0

Cerita Semalam Mendaki Gunung Prau

(Mounture.com) — Dalam suasana lebaran, tim ekspidisi Mounture.com bersama dengan admin @pendakiceria melakukan pendakian ke salah satu gunung favorit yang berada di Jawa Tengah, yaitu Gunung Prau. Terletak di Wonosobo, gunung yang memiliki ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut (mdpl) terbilang cukup ramai di hari libur lebaran 2019 ini.

Setiba di basecamp Patak Banteng sekitar pukul 15.00 WIB, tim ekspedisi pun langsung melakukan registrasi pendakian dengan mengisi nama anggota pendakian dan membayar tiket masuk sebesar Rp15.000 per orang.

Selain itu, ketika melakukan pendaftaran pihak basecamp pun memberikan kantong sampah sembari memberi ‘wejangan’ untuk membawa kembali turun sampah dan juga tidak memperbolehkan membawa tisu basah. Setelah beres melakukan registrasi pendakian, tim pun mulai mempersiapkan perbekalan dan peralatan pendakian. Selanjutnya, tim mulai melakukan pendakian ke puncak Prau pada pukul 17.00 WIB.

Perjalanan menuju ke puncak Prau dilakoni kurang lebih selama 3,5 jam perjalanan, di mana tim banyak melakukan istirahat dikarenakan hampir di setiap pos pendakian terdapat warung-warung yang menjajakan jajanan berupa makanan atau juga minuman.

Tiba di Puncak Prau sekitar pukul 20.30 WIB, tim agak kesulitan untuk mencari ‘lapak’ untuk mendirikan tenda. Pasalnya suasana puncak Prau terbilang cukup ramai para pengunjung. Selama pemantauan, suasana puncak Prau bisa dibilang ramai, banyak sahutan-sahutan pengunjung yang cukup mengganggu.

Menjelang pagi, suasana puncak Prau pun kembali gaduh dengan sahutan-sahutan pengunjung yang tidak patut ditiru. Bahkan tim pun mendengarkan satu kali ledakan petasan yang dibunyikan oleh pengunjung, namun tim tidak mendapati di mana lokasi tepatnya sumber suara petasan tersebut yang seharusnya dilarang untuk dibawa.

Sekitar pukul 5.00 WIB, matahari terbit pun tiba, tim pun mencoba mengabadikan momen tersebut bersama dengan pengunjung-pengunjung lainnya. Tampak dari kejauhan jajaran-jajaran gunung terlihat jelas bersama dengan awan-awan putih.

Pada pukul 8.30 WIB, tim pun bergegas untuk turun. Perjalanan turun dilakoni selama kurang lebih 2,5 jam perjalanan, dengan suasana turun yang terbilang padat dan antri. Sampai di Pos 1, tim mencoba untuk menggunakan ojek menuju ke basecamp.

Adapun kesan tim selama melakukan pendakian semalam di Prau cukup menyenangkan, di mana jalur-jalur menuju ke puncak Prau yang sudah lebih baik dengan adanya perbaikan berupa tangga-tangga yang untuk beberapa pengunjung tangga tersebut malah membuat lelah. Selain itu adanya bangku-bangku dari batang pohon yang cukup membantu untuk beristirahat cukup baik.

Namun yang cukup disayangkan adalah perilaku beberapa pengunjung yang tidak patuh terhadap aturan yang diberlakukan oleh pihak basecamp. Salah satunya adalah penggunaan speaker portable. (MC/DC)