Catatan Perjalanan: Menggapai Puncak Mahameru dalam 2 Hari 1 Malam

Gerbang awal pendakian Gunung Semeru (Mounture.com/Rani)

Mounture.com — Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah membuka kembali kegiatan pendakian Gunung Semeru sejak 1 Oktober 2020 lalu. Dalam pembukaan jalur pendakian gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu ada ketentuan mengenai lama pendakian yaitu hanya diperkenan selama 2 hari 1 malam.

Lantas, apakah bisa menggapai puncak Gunung Semeru atau yang dikenal dengan sebutan puncak Mahameru itu hanya dalam waktu 2 hari 1 malam? Mengutip dari akun instagram Hanin Shofia (@hanin_shofia) yang melakukan perjalanan mendaki ke puncak Mahameru pada 23-24 Oktober 2020 dijelaskan bahwa dirinya melakukan pendakian hingga puncak Semeru selama 2 hari 1 malam.

Dia menjelaskan bahwa dirinya melakukan pendakian ke puncak tertinggi di Pulau Jawa itu selama 2 hari 1 malam. Secara rinci dia pun memberikan estimasi perjalanannya di akun instagram miliknya.

Hanin memulai perjalanan dari Ranupani sekitar pukul 11.00 WIB, dan dia pun melakukan perjalanan dari Ranupani sampai ke Ranu Kumbolo sekitar 2 jam 49 menit, dengan rincian sebagai berikut:

– Ranupani – Pos 1 = 1 jam
– Pos 1 – Pos 2 = 18 menit
– Pos 2 – Pos 3 = 44 menit
– Pos 3 – Pos 4 = 32 menit
– Pos 4 – Ranu Kumbolo = 15 menit.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Camp Kalimati, Hanin menyempatkan diri beristirahat selama 1 jam 30 menit di Ranu Kumbolo. “Makan siang ditambah berteduh karena hujan gede cuy,” tulis dia.

Usai beristirahat di Ranu Kumbolo, dia pun melanjutkan perjalanan menuju ke Camp Kalimati dengan total waktu perjalanan sekitar 2 jam. Adapun rincian waktu perjalanannya, sebagai berikut:

– Ranu Kumbolo – Cemoro Kandang = 28 menit
– Cemoro kandang – Jambangan = 1 jam 18 menit
– Jambangan – Kalimati = 19 menit.

“Jadi total dari Ranupani – Kalimati 4 jam 54 menit. Waktu tersebut di atas sudah termasuk dengan foto-foto atau dokumentasi secukupnya. Kalau di tambah rest Ranu Kumbolo total Ranupani – Kalimati kurang lebih 6,5 jam dikurangi 1,5 jam rest di Rakum,” kata Hanin.

“Sampai Kalimati jam 17:40 WIB buka tenda, masak, bobok dulu. Tidur mulai jam 19:50 WIB sampai jam 01:00 WIB,” tambahnya.

Keesokan hari, Hanin melakukan perjalanan menuju ke puncak Mahameru sekitar pukul 01.58 WIB, yang mana dia menghabiskan waktu perjalanan dari Kalimati ke puncak sekitar 5 jam perjalanan, dengan rincian sebagai berikut:

– Kalimati – Batas Vegetasi = 2 jam
– Batas vegetasi-puncak = 3 jam

“Sampai puncak jam 06:58 WIB atau 5 jam persis. Capek, seneng, terharu (hampir nyerah aku),” tukas dia.

Dari puncak Semeru, dia pun kemudian turun sekitar pukul 07.40 WIB dan sampai ke Kalimati pukul 09.12 WIB. Sesampainya di Kalimati, dia menyempatkan diri untuk beristirahat, dan juga packing perlengkapan untuk melanjutkan perjalanan turun ke Ranu Kumbolo sekitar pukul 12.10 WIB dan sampai di danau yang menjadi favorit pendaki itu pukul 13.25 WIB.

Tak berlama-lama di Ranu Kumbolo sekitar 30 menit, dia pun melanjutkan perjalanan ke Ranupani, dan tiba di Ranupani pada jam 17.10 WIB.

“Start lagi Ranu Kumbolo jam 13:50 WIB. Sampai Ranupani harus sebelum jam 16:00 WIB (Karena KTP harus diambil maksimal di jam tersebut, kalau nggak sampai ya harus diambil besoknya). Turun pun harus buru-buru. Kaki udah pegel nggak bisa kalau turun lari aku. Akhirnya salah satu harus lari turun duluan buat ambil KTP. Aku baru sampai Ranupani jam 17:10 WIB,” ungkap Hanin.

Menurutnya, melakukan pendakian ke Gunung Semeru selama 2 hari 1 malam bisa dilakukan sampai puncak. Namun, kata dia, memang tidak ideal waktu tersebut. Kendati demikian, lanjut dia, dengan pembatasan waktu dan pemberlakuan kuota pendakian di Gunung Semeru memiliki kelebihan dan kekurangan.

“Poin plusnya, enaknya di gunung sepi nggak rame seperti pasar, pas sampai puncak juga di atas cuma 3 orang, karena beberapa summit jam 24:00 WIB sudah sampai puncak duluan dan udah turun. Poin minusnya dengan waktu yang terbatas ya nggak bisa menikmati sunrise/sunset di Ranu Kumbolo,” terang Hanin.

Dia pun memberikan tips terkait pendakian ke puncak Mahameru selama 2 hari 1 malam, diantaranya disik harus prima, dan pilih partner pendakian yang terus mendorong untuk ngajak jalan terus. Kemudian, saran saat trekking, usahakan istirahat cukup dengan berdiri maksimal 1-2 menit.

“Jangan kebanyakan duduk, mager (malas gerak) nanti. Saat summit, usahakan jalan ambil langkah trek zig zag, jangan ambil langkah trek lurus terus,” tutupnya. (MC/PC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.