
Mounture.com — Berkegiatan di alam bebas, khususnya mendaki gunung, membutuhkan persiapan yang matang. Tidak hanya soal perlengkapan, pendaki juga perlu membekali diri dengan pengetahuan dan kemampuan dasar agar pendakian berjalan aman, nyaman, dan lancar hingga kembali turun.
Penguasaan kemampuan pendakian menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan dan keamanan, terutama saat menghadapi kondisi alam yang tidak terduga.
Berikut ini enam kemampuan dasar yang wajib dikuasai sebelum melakukan pendakian gunung.
1. Manajemen Pendakian
Kemampuan manajemen pendakian merupakan kunci utama dalam setiap aktivitas mendaki. Manajemen ini meliputi pengaturan perlengkapan, logistik, waktu tempuh, hingga pembagian tugas dalam tim.
Dengan manajemen yang baik, risiko kehabisan logistik, keterlambatan jadwal, hingga konflik dalam tim dapat diminimalkan selama pendakian berlangsung.
2. Kemampuan Navigasi
Navigasi menjadi kemampuan dasar yang sangat penting saat berada di alam bebas. Setidaknya, pendaki harus mampu membaca peta dan menggunakan kompas untuk menentukan arah.
Peta dan kompas merupakan “kunci” navigasi darat yang dapat membantu pendaki menemukan jalur, menentukan posisi, serta menghindari tersesat di gunung.
BACA JUGA: Beberapa Daya Tarik Gunung Andong di Magelang
3. Kemampuan Membuat Api
Kemampuan membuat api sangat dibutuhkan, terutama dalam kondisi darurat. Api berfungsi untuk memasak, menghangatkan tubuh, hingga memberi rasa aman saat cuaca dingin.
Pendaki disarankan untuk rutin berlatih membuat api di alam terbuka agar tetap mampu menyalakan api saat menghadapi kondisi cuaca buruk.
4. Memilih Pakaian yang Tepat
Pemilihan pakaian yang tepat sangat berpengaruh terhadap keselamatan pendaki. Gunakan pakaian berbahan tahan angin dan air, serta mudah kering.
Pakaian yang menyerap air dan sulit kering dapat meningkatkan risiko hipotermia, sehingga penting bagi pendaki untuk menyesuaikan pakaian dengan kondisi gunung dan cuaca.
BACA JUGA: Mengenal Tanaman Pencegah Bencana: Solusi Alami Kurangi Risiko Alam
5. Kemampuan Membuat Shelter Darurat
Saat terjebak cuaca buruk atau kondisi darurat, kemampuan membuat shelter darurat sangat membantu. Shelter dapat dibuat dari bivak alam, ponco, terpal, flysheet, atau hammock jika kondisi memungkinkan.
Shelter berfungsi melindungi tubuh dari hujan, angin, dan suhu dingin saat berada di alam terbuka.
6. Membuat Sinyal Bantuan
Kemampuan membuat sinyal bantuan sangat penting ketika pendaki mengalami kendala di jalur pendakian. Sinyal ini bertujuan untuk memberi tahu posisi kepada tim penolong.
Beberapa bentuk sinyal bantuan yang umum digunakan antara lain kode SOS, peluit, asap, cahaya senter, atau tanda visual lainnya yang mudah dikenali.
(mc/pd)






