Sejumlah Pendaki Ilegal Ditangkap Tim Operasi TN Gunung Rinjani

Mounture.com — Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) bersama mitra menggelar kegiatan operasi penertiban pendakian ilegal yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 29 Mei – 1 Juni 2020. Dalam operasi tersebut, tim menemukan sekumpulan pendaki ilegal di Pelawangan Aik Berik dan Danau Segara Anak.

Dalam postingannya di akun instagram resmi BTNGR (@gunungrinjani_nationalpark), disebutkan bahwa sebanyak 67 orang yang berasal dari Pulau Lombok berhasil diamankan saat sedang beristirahat, bersenda gurau dan bahkan ada yang memancing.

“Tim operasi pun segera mengambil tindakan. Sekumpulan pendaki tersebut diminta untuk memperlihatkan identitas, diberikan himbauan untuk segera keluar dari kawasan serta diberikan sanksi untuk membersihkan area Pelawangan Aik Berik dan Danau Segara Anak,” tulis akun itu.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tim operasi juga mengamankan kartu identitas dan meminta mereka datang ke Kantor Balai TN Gunung Rinjani.

“Bahkan di kondisi pandemi Covid-19 ini yang jelas-jelas mengancam keselamatan diri, masih saja ada oknum yang tidak menuruti aturan dan anjuran pemerintah. Bagaimana bisa disebut pendaki cerdas dan beretika bila tidak bisa menghargai dan peduli dengan keselamatan diri sendiri,” tambah pihak TNGR.

Sebagai informasi, BTNGR membentuk tim operasi penertiban pendakian ilegal yang terdiri dari petugas Balai TN Gunung Rinjani, TNI/Babinsa, Kepolisian, Pengamanan Hutan/Pamhut/MMP Balai Tahura Nuraksa Lombok Resort Kali Parang Karang Sidemen, MMP Balai TN Gunung Rinjani, Kelompok Pecinta Alam Lombok Timur, maupun volunter.

Mereka melakukan patroli dan menyisir jalur pendakian Gunung Rinjani untuk menindak para pendaki ilegal yang melanggar aturan dari BTNGR terkait penutupan jalur pendakian selama masa pandemi virus korona (Covid-19). (MC/RIL)

View this post on Instagram

TERTANGKAP SAAT OPERASI PENERTIBAN PENDAKIAN ILEGAL, SEKUMPULAN PENDAKI INI TERANCAM BLACKLIST Menyikapi maraknya kegiatan pendakian ilegal pasca penutupan jalur pendakian di saat pandemi Covid-19 ini, Balai TN Gunung Rinjani semakin gencar melakukan upaya-upaya pencegahan pendakian ilegal. Mulai dari koordinasi dengan stakeholder dan mitra, penjagaan di pintu masuk pendakian, patroli darat hingga patroli CCTV terus dilakukan. Guna menindak tegas kegiatan pendakian ilegal, Balai TN Gunung Rinjani bersama mitra menyelenggarakan Operasi Penertiban Pendakian Ilegal. Operasi ini dilaksanakan selama 4 hari (29 Mei s.d 01 Juni 2020). Tim operasi yang terdiri dari petugas Balai TN Gunung Rinjani, TNI/Babinsa, BRIMOB POLDA NTB, POLSEK, Pengamanan Hutan/Pamhut/MMP Balai Tahura Nuraksa Lombok Resort Kali Parang Karang Sidemen, MMP Balai TN Gunung Rinjani, Kelompok Pecinta Alam Lombok Timur, maupun volunter berpatroli dan menyisiri jalur pendakian Gunung Rinjani. Namun sangat disayangkan, tim operasi masih saja menemukan sekumpulan pendaki ilegal di Pelawangan Aik Berik dan Danau Segara Anak. Sebanyak 67 orang yang berasal dari Pulau Lombok sedang beristirahat, bersenda gurau dan bahkan ada yang memancing. Tim operasi pun segera mengambil tindakan. Sekumpulan pendaki tersebut diminta untuk memperlihatkan identitas, diberikan himbauan untuk segera keluar dari kawasan serta diberikan sanksi untuk membersihkan area Pelawangan Aik Berik dan Danau Segara Anak. Tidak selesai sampai di situ saja, tim operasi juga mengamankan kartu identitas dan meminta mereka datang ke Kantor Balai TN Gunung Rinjani. Bahkan di kondisi pandemi Covid-19 ini yang jelas-jelas mengancam keselamatan diri, masih saja ada oknum yang tidak menuruti aturan dan anjuran pemerintah. Bagaimana bisa disebut pendaki cerdas dan beretika bila tidak bisa menghargai dan perduli dengan keselamatan diri sendiri. Ayoo..sobat Rinjani..tetap patuhi anjuran pemerintah untuk berada di rumah..sembari kami berbenah..menyambut kalian saat tiba waktu pembukaan pendakian Gunung Rinjani. "RinjaniNte". Rinjani Kita. #KementerianLHK #ksdae #tamannasionalgunungrinjani #btngr #rinjani #pendakian

A post shared by BTN Gunung Rinjani (@gunungrinjani_nationalpark) on

Foto: dok. TNGR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.