
Foto: DAMRI
Mounture.com — Menyambut periode long weekend bulan Mei, Perum DAMRI menghadirkan program promo perjalanan wisata ke kawasan Baduy dengan tarif spesial mulai Rp1.
Promo ini berlaku pada tanggal tertentu sepanjang Mei 2026 dan dapat dinikmati melalui pembayaran digital menggunakan QRIS maupun QRIS Tap (khusus pengguna Android) untuk rute Serang–Ciboleger.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong adopsi transaksi digital nasional yang diinisiasi oleh Bank Indonesia, serta memberikan kemudahan pembayaran yang praktis, cepat, dan aman bagi masyarakat.
BACA JUGA: Mulai 1 Mei 2026, Tiket Masuk Kampung Adat Wae Rebo Wajib Dibayar di TIC Dusun Kombo
Melalui rute ini, pelanggan tidak hanya mendapatkan perjalanan hemat, tetapi juga akses menuju salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Banten.
Beberapa titik menarik yang dapat dikunjungi antara lain Museum Multatuli, Yasmin Farm, Kampung Eduwisata Landeuh, hingga kawasan Baduy Luar dan Baduy Dalam.
Head of Corporate Communication DAMRI, P. Septian Adri S., menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi yang terjangkau sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Melalui program ini, DAMRI ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menikmati perjalanan wisata dengan biaya yang lebih terjangkau sekaligus mendorong penggunaan transaksi digital yang semakin praktis. Kami berharap layanan ini dapat menjadi pilihan transportasi yang dapat diandalkan, khususnya di momen libur panjang,” ujarnya.
BACA JUGA: Harga Tiket Wisata Spekta Merbabu 2026, Camping dan Glamping Seru di Lereng Gunung
Adapun syarat dan ketentuan promo DAMRI Rp1 ke Baduy, antara lain
– Berlaku setiap Sabtu dan Minggu selama Mei 2026
– Pembayaran wajib menggunakan QRIS atau QRIS Tap (Android)
– Kuota terbatas hanya 30 pelanggan per hari
– Berlaku khusus rute Serang – Ciboleger (Baduy)
– Tarif kembali normal setelah kuota terpenuhi
Melalui program ini, DAMRI tidak hanya menghadirkan alternatif perjalanan yang terjangkau, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk menjangkau destinasi wisata lokal. Di saat yang sama, inisiatif ini turut memperkuat ekosistem pembayaran digital dalam sektor transportasi publik di Indonesia.
(mc/pd)





