Kuota Pendakian Gunung Merbabu Juli 2026 Resmi Dibuka, Berikut Jumlah Pendaki per Jalur

Merbabu via Thekelan

Mounture.com — Kabar gembira bagi para pecinta alam dan pendaki gunung. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) resmi membuka kuota pendakian Gunung Merbabu untuk periode Juli 2026.

Pembukaan kuota ini menjadi momen yang ditunggu banyak pendaki mengingat Gunung Merbabu merupakan salah satu gunung favorit di Indonesia yang terkenal dengan jalur pendakian yang indah, hamparan sabana luas, serta panorama puncak yang memukau.

Melalui pengumuman resminya, BTNGMb mengingatkan bahwa seluruh proses registrasi dilakukan secara mandiri melalui website resmi pendakian Gunung Merbabu. Karena jumlah kuota terbatas, calon pendaki disarankan segera melakukan pemesanan sebelum slot habis terisi.

Pada periode Juli 2026, kuota pendakian dibagi ke lima jalur resmi yang saat ini dibuka untuk umum. Berikut rincian kuota pendakian per hari:

1. Selo: 578 orang
2. Thekelan: 391 orang
3. Suwanting: 383 orang
4. Wekas: 294 orang
5. Cuntel: 126 orang

Dari data tersebut, jalur Selo menjadi jalur dengan kapasitas pendaki terbesar, disusul jalur Thekelan dan Suwanting. Sedangkan, jalur Cuntel memiliki kuota paling sedikit sehingga biasanya menjadi salah satu jalur yang lebih cepat penuh saat musim pendakian.

BACA JUGA: Apa yang Harus Dilakukan Jika Bertemu Monyet Saat Mendaki Gunung? Ini Cara Aman Menghindari Serangan

Meski kuota pendakian Juli 2026 telah dibuka, pendaki perlu memperhatikan adanya penutupan sementara pada dua jalur populer Gunung Merbabu.

Balai Taman Nasional Gunung Merbabu sebelumnya telah mengumumkan bahwa Jalur Thekelan dan Jalur Selo akan ditutup sementara untuk mendukung kegiatan masyarakat serta pelaksanaan event Merapi Merbabu De Trail (MMDT).

Berikut jadwal penutupannya:

Jalur Thekelan

– Ditutup pada 28 Juli 2026
– Ditutup pada 29 Juli 2026
– Ditutup pada 30 Juli 2026

Jalur Selo

– Ditutup pada 31 Juli 2026
– Ditutup pada 1 Agustus 2026
– Ditutup pada 2 Agustus 2026

Selama masa penutupan tersebut, aktivitas pendakian, camping, maupun kunjungan wisata melalui kedua jalur tersebut tidak akan dilayani.

BACA JUGA: Ingin Mendaki Gunung Rinjani dengan Sistem Tektok? Simak Syarat dan Alurnya

Bagi pendaki yang berencana mendaki pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026, BTNGMb mengimbau agar melakukan penyesuaian jadwal keberangkatan.

Alternatif lainnya adalah memilih jalur pendakian lain yang masih dibuka seperti Suwanting, Wekas, atau Cuntel sesuai ketersediaan kuota dan kebijakan pengelola.

Karena Gunung Merbabu menjadi salah satu destinasi pendakian favorit saat musim liburan, ketersediaan kuota dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, melakukan booking lebih awal menjadi langkah yang sangat disarankan.

Selain membuka kuota pendakian, BTNGMb juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kawasan konservasi.

Setiap logistik yang dibawa naik ke gunung wajib dibawa turun kembali dalam bentuk sampah hingga ke basecamp. Pendaki diharapkan tidak meninggalkan sampah plastik, kemasan makanan, maupun limbah lainnya di sepanjang jalur pendakian atau area camping.

Kampanye “Sampahmu, Tanggung Jawabmu” kembali digaungkan sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem Gunung Merbabu yang menjadi habitat berbagai flora dan fauna liar.

(mc/ns)