Kunjungan Wisata Taman Nasional Gunung Merapi Naik 21 Persen pada 2026, Trail Run Jadi Tren Baru Anak Muda

Mounture.com — Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mencatat peningkatan signifikan jumlah wisatawan sepanjang awal 2026. Tren olahraga trail run dan trekking yang semakin populer di kalangan anak muda disebut menjadi salah satu faktor utama naiknya kunjungan wisata alam di kawasan Gunung Merapi.

Berdasarkan data terbaru pengelola Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), total kunjungan wisata hingga April 2026 mencapai 96.683 orang atau naik 21 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara realisasi pendapatan hingga April 2026 tercatat sebesar Rp1.114.001.500 atau mencapai 89,08 persen dari target yang ditetapkan.

Lonjakan pengunjung paling terlihat pada April 2026. Selama satu bulan tersebut, jumlah wisatawan yang datang ke kawasan wisata TNGM mencapai 29.586 orang.

Jumlah itu naik 57 persen dibanding Maret 2026 dan menjadi salah satu capaian kunjungan tertinggi sepanjang awal tahun.

Pengelola menyebut puncak kunjungan terjadi saat hari libur nasional dengan kontribusi mencapai 47,9 persen dari total wisatawan selama April 2026.

Selain itu, sebagian besar Objek Wisata Alam (OWA) di kawasan TNGM mencatat jumlah pengunjung di atas rata-rata bulanan masing-masing lokasi.

BACA JUGA: Cara Booking Online Gunung Kerinci dan Aktivasi TN Identity di AyoKeTamanNasional

TNGM menilai meningkatnya popularitas olahraga trail run dan trekking menjadi faktor penting yang mendorong kenaikan jumlah wisatawan pada 2026.

Aktivitas lari gunung kini semakin diminati generasi muda karena dianggap menawarkan kombinasi olahraga, petualangan, dan wisata alam dalam satu pengalaman.

Beberapa lokasi favorit yang paling banyak diminati wisatawan untuk trekking dan trail run antara lain Plunyon Kalikuning, Kalitalang, serta Deles Indah.

Ketiga kawasan tersebut dikenal memiliki jalur alam dengan panorama Gunung Merapi yang menarik bagi komunitas lari alam maupun pendaki pemula.

Pengelola TNGM juga menyebut hampir seluruh Objek Wisata Alam mengalami kenaikan jumlah pengunjung selama April 2026.

Satu-satunya lokasi yang mengalami penurunan kunjungan adalah Tlogo Muncar.

Meningkatnya tren wisata alam dan olahraga outdoor dinilai menjadi peluang besar bagi pengembangan ekowisata di kawasan konservasi Gunung Merapi.

Namun di sisi lain, pengelola juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di tengah meningkatnya aktivitas wisatawan di kawasan taman nasional.

Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Taman Nasional Gunung Merapi diperkirakan masih akan menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit di Jawa Tengah dan Yogyakarta sepanjang 2026.

(mc/pd)