
Foto: IST
Mounture.com — Jalur pendakian Gunung Sumbing via Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, ditutup sementara menyusul kebakaran hutan yang terjadi di kawasan gunung tersebut pada Senin (19/10/2026). Penutupan berlaku untuk seluruh jalur pendakian yang berada di wilayah Wonosobo hingga kondisi dinyatakan aman.
Kebakaran hutan terjadi di petak 29 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kleseman, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara. Lokasi kebakaran berada di sisi timur Gunung Sumbing, pada ketinggian sekitar 2.500 hingga 2.709 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Wakapolres Wonosobo Kompol Nana Edi Sugito mengatakan, penutupan dilakukan untuk mengantisipasi risiko keselamatan pendaki selama kebakaran masih berlangsung.
“Berkaitan dengan itu, untuk jalur pendakian yang berada di wilayah hukum Wonosobo untuk saat ini dinyatakan tutup,” ujar Nana.
Ia menjelaskan, jalur pendakian baru akan dibuka kembali setelah kebakaran berhasil dipadamkan dan kondisi kawasan dinyatakan aman. “Untuk saat ini dinyatakan tutup menunggu lebih lanjut, menunggu konfirmasi berkaitan dengan jalur pendakian telah aman kembali,” jelasnya.
BACA JUGA: Update Status Pendakian Gunung di Jawa Timur Oktober 2026, Arjuno dan Butak Masih Tutup
Kebakaran hutan di Gunung Sumbing turut berdampak pada aktivitas pendakian. Sebanyak 71 pendaki yang berada di jalur pendakian via Gajahmungkur dilaporkan dalam kondisi aman dan sedang melakukan perjalanan turun.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, mengatakan informasi mengenai kebakaran tersebut diterima sekitar pukul 15.00 WIB.
“Pada malam ini berdasarkan informasi dari ketua basecamp masih ada 71 pendaki, namun posisi sudah aman dan sedang perjalanan turun,” kata Sabarno.
Tim gabungan bersama sejumlah pengelola basecamp sempat berupaya melakukan pemadaman. Namun, kondisi angin kencang dan vegetasi yang cukup kering membuat penanganan kebakaran di bagian atas gunung menjadi berisiko.
Karena situasi dinilai membahayakan, personel yang berada di atas kawasan kebakaran ditarik turun.
“Untuk kegiatan tim saat ini beberapa basecamp sudah melakukan pemadaman tapi masih belum bisa (berhasil) karena kondisi angin kencang dan vegetasi cukup kering di atas. Yang di atas sudah ditarik turun karena tidak memungkinkan dilakukan operasi karena membahayakan,” jelas Sabarno.
Hingga informasi tersebut disampaikan, luas lahan yang terdampak kebakaran maupun penyebab munculnya api belum dapat dipastikan. Petugas juga masih memantau perkembangan kebakaran yang dilaporkan semakin meluas.
BACA JUGA: Ada Kebakaran di Tahura Raden Soerjo, Jalur Pendakian Gunung Lincing Ditutup
Penutupan sementara mencakup seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing yang berada di wilayah Kabupaten Wonosobo. Dua jalur populer yang terdampak kebijakan tersebut adalah jalur Gajahmungkur dan jalur Garung.
Jalur pendakian Gajahmungkur berada di Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Sementara itu, jalur Garung berlokasi di Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.
Keduanya menjadi akses pendakian menuju Gunung Sumbing yang memiliki ketinggian sekitar 3.371 mdpl.
Pendaki yang telah merencanakan perjalanan melalui kedua jalur tersebut perlu menunda keberangkatan sampai ada pengumuman resmi mengenai pembukaan kembali jalur.
Penutupan ini juga menjadi pengingat bagi pendaki untuk tidak memaksakan perjalanan ketika kawasan gunung sedang menghadapi kondisi darurat, terutama kebakaran hutan yang dapat berkembang cepat akibat angin kencang dan vegetasi kering.
Untuk mendukung penanganan kebakaran serta koordinasi keselamatan pendaki, tim gabungan mendirikan posko di basecamp Gajahmungkur.
Posko tersebut melibatkan sejumlah instansi, di antaranya TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, dan Perhutani.
Selain mendukung koordinasi penanganan kebakaran, posko juga difungsikan sebagai tempat pengaduan bagi keluarga pendaki yang membutuhkan informasi mengenai kondisi anggota keluarganya di Gunung Sumbing.
Wakapolres Wonosobo Kompol Nana Edi Sugito mengimbau keluarga pendaki yang membutuhkan informasi untuk mendatangi posko pengaduan tersebut. Kebakaran hutan di Gunung Sumbing masih dalam penanganan tim gabungan. Kondisi angin kencang dan vegetasi kering menjadi tantangan dalam upaya pemadaman, sementara luas area terdampak dan penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti.
Selama proses penanganan berlangsung, seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing via Wonosobo tetap ditutup sementara hingga ada konfirmasi bahwa kawasan tersebut telah aman.
Calon pendaki diimbau memantau informasi dari pengelola basecamp dan instansi berwenang sebelum menyusun ulang rencana perjalanan. Pendaki juga tidak disarankan memasuki kawasan yang ditutup atau mendekati titik kebakaran tanpa izin petugas.
Keselamatan pendaki dan petugas menjadi prioritas utama sampai situasi di Gunung Sumbing kembali terkendali. Keberadaan posko diharapkan membantu komunikasi antara petugas, pengelola basecamp, dan keluarga pendaki selama proses penanganan berlangsung.
(mc/mg)





