Breaking News: Kebakaran Bromo, Area Savana Ditutup untuk Wisatawan

  • 4 August 2026 10:45

Foto: TNBTS

Mounture.com — Kebakaran hutan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Menyusul insiden yang terjadi di Blok Bantengan pada Senin, 3 Agustus 2026, Balai Besar TNBTS menutup sementara sebagian akses wisata Gunung Bromo demi mendukung proses pemadaman dan menjaga keselamatan pengunjung.

Penutupan mulai berlaku pada 3 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyampaikan bahwa kebakaran hutan terjadi di Blok Bantengan pada Senin, 3 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Hingga saat ini, proses penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas Balai Besar TNBTS, Manggala Agni, Kolatmar, PPGST, Saver, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat setempat.

Karena proses pemadaman berlangsung pada malam hari, seluruh personel mengutamakan aspek keselamatan dalam operasi di lapangan. Strategi penanganan juga disesuaikan dengan kondisi medan, arah penyebaran api, serta faktor keamanan petugas.

BACA JUGA: Jangan Asal Beli! Begini Cara Memilih Camping Chair untuk Mendaki Gunung

Untuk mendukung proses pemadaman kebakaran, Balai Besar TNBTS menutup sementara beberapa pintu masuk wisata Gunung Bromo, yaitu Jemplang (Kabupaten Malang), Coban Trisula (Kabupaten Malang), dan Senduro (Kabupaten Lumajang).

Penutupan berlaku mulai 3 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Meski sebagian akses ditutup, wisatawan masih dapat memasuki kawasan Gunung Bromo melalui Cemoro Lawang (Kabupaten Probolinggo), dan Wonokitri (Kabupaten Pasuruan). Namun, Balai Besar TNBTS memberikan pembatasan area kunjungan.

Pengunjung hanya diperbolehkan berwisata di kawasan Lautan Pasir, sedangkan area Savana ditutup dan tidak boleh dikunjungi selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

BACA JUGA: Deklarasi Gunung Rinjani: Alasan Jalur Pendakian Baru Tidak Dibuka

Balai Besar TNBTS mengimbau seluruh masyarakat, wisatawan, maupun pelaku jasa wisata untuk tidak memasuki area yang ditutup.

Selain itu, seluruh pihak diminta ikut menjaga kawasan taman nasional dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan, termasuk penggunaan api secara sembarangan.

Balai Besar TNBTS juga mengajak masyarakat untuk mendukung upaya pemadaman dengan mendoakan agar kondisi segera terkendali dan seluruh personel yang bertugas diberikan keselamatan dalam menjalankan operasi di lapangan.

Selama proses penanganan berlangsung, calon wisatawan yang berencana berkunjung ke Gunung Bromo disarankan untuk selalu memantau informasi resmi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terkait perkembangan situasi dan pembukaan kembali jalur wisata.

(mc/ril)