Mengenal Air Terjun Matayangu, Keajaiban Alam di Tengah Hutan Sumba

  • 6 November 2026 08:10
Air Terjun Matayangu

Foto: Ayo ke Taman Nasional

Mounture.com — Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya dikenal dengan pantai eksotis, padang savana, dan kampung adatnya. Di tengah kawasan hutan Sumba Tengah, terdapat sebuah destinasi alam yang menawarkan pemandangan tak biasa, yakni Air Terjun Matayangu.

Air terjun yang berada di kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) ini memiliki keunikan berupa dua aliran air terjun dengan ketinggian berbeda.

Satu aliran tetap mengalir sepanjang tahun dari ketinggian sekitar 75 meter, sementara aliran lainnya dapat muncul saat musim hujan dengan ketinggian mencapai sekitar 130 meter.

Kedua aliran tersebut jatuh di tengah kawasan hutan tropis yang rimbun, menciptakan pemandangan alam dengan kolam alami berwarna biru kehijauan di bagian bawahnya.

Selain keindahan lanskap, Air Terjun Matayangu juga memiliki nilai budaya dan spiritual bagi masyarakat setempat. Keberadaannya berkaitan dengan kepercayaan Marapu yang masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Sumba.

Salah satu daya tarik utama Air Terjun Matayangu adalah keberadaan dua aliran air terjun yang memiliki karakter berbeda.

Aliran pertama berasal dari sungai di dalam gua dan memiliki ketinggian sekitar 75 meter. Aliran ini tetap mengalir sepanjang tahun sehingga pengunjung masih dapat menikmati keindahan air terjun meskipun datang pada musim kemarau.

Sementara itu, aliran kedua merupakan air terjun musiman dengan ketinggian sekitar 130 meter. Aliran ini muncul ketika curah hujan meningkat dan debit air di kawasan tersebut bertambah.

Ketika kedua aliran aktif bersamaan, pemandangan Matayangu menjadi semakin menarik. Air yang jatuh dari tebing tinggi berpadu dengan hijaunya vegetasi hutan tropis serta kolam alami di bawahnya.

Suasana yang masih relatif alami membuat kawasan ini menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan destinasi wisata air terjun yang lebih ramai dikunjungi wisatawan.

BACA JUGA: Mengenal Jalur Gunung Sumbing via Dukuh Seman, Ada Segoro Wedi hingga Puncak Rajawali

Keindahan Air Terjun Matayangu tidak hanya terletak pada lanskap alamnya. Bagi masyarakat setempat, kawasan ini juga memiliki nilai budaya dan spiritual.

Kepercayaan Marapu yang dikenal dalam kehidupan masyarakat Sumba turut mewarnai hubungan masyarakat dengan alam di sekitarnya. Sejumlah tempat alam, termasuk kawasan yang dianggap memiliki nilai sakral, diperlakukan dengan penghormatan khusus.

Air Terjun Matayangu dikenal memiliki keterkaitan dengan kepercayaan dan tradisi masyarakat setempat. Karena itu, pengunjung perlu menghormati aturan adat yang berlaku selama berada di kawasan tersebut.

Keberadaan nilai budaya ini membuat Matayangu bukan sekadar destinasi untuk menikmati pemandangan atau berfoto, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal hubungan masyarakat Sumba dengan alam dan tradisi leluhur.

Air Terjun Matayangu berada di Desa Waimanu, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur.

Destinasi ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti atau TN Matalawa. Kawasan konservasi tersebut menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna khas Pulau Sumba.

Letaknya yang berada di tengah kawasan hutan membuat perjalanan menuju air terjun membutuhkan persiapan tersendiri.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, perjalanan dapat dimulai dengan penerbangan menuju Bandara Tambolaka di Sumba Barat Daya.

Dari Tambolaka, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan darat menuju Waikabubak dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Selanjutnya, perjalanan diteruskan menuju kawasan TN Matalawa dengan perkiraan waktu berkendara sekitar satu hingga dua jam, bergantung pada kondisi jalan dan titik keberangkatan.

Setelah tiba di area parkir atau titik akhir kendaraan, pengunjung masih harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menembus kawasan hutan.

BACA JUGA: Balai TNGHS Luncurkan Website Resmi, Cek Informasi Jalur Pendakian hingga Tiket Wisata Gunung Halimun Salak

Perjalanan menuju Air Terjun Matayangu menjadi bagian tersendiri dari pengalaman menjelajahi destinasi ini.

Pengunjung perlu melakukan trekking melalui jalur hutan dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Rute tersebut juga memiliki lebih dari 500 anak tangga yang harus dilewati untuk mencapai lokasi air terjun.

Karena itu, kondisi fisik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan.

Gunakan sepatu trekking dengan daya cengkeram yang baik, bawa air minum secukupnya, serta siapkan perlengkapan yang sesuai dengan kondisi cuaca.

Jalur yang melewati kawasan hutan juga berpotensi menjadi licin, terutama ketika hujan turun. Pengunjung sebaiknya tidak terburu-buru saat menuruni atau menaiki anak tangga.

Meski membutuhkan tenaga ekstra, perjalanan tersebut akan terbayar ketika pengunjung tiba di lokasi. Gemuruh air yang jatuh dari tebing tinggi, udara sejuk, serta rimbunnya pepohonan menjadi suasana yang menyambut kedatangan.

Pemilihan waktu kunjungan menjadi hal penting jika ingin menyaksikan keunikan dua aliran Air Terjun Matayangu.

Pada musim hujan, debit air cenderung meningkat sehingga aliran utama dan air terjun musiman berpeluang terlihat bersamaan. Pemandangan ini menjadi salah satu daya tarik yang membuat Matayangu semakin menarik untuk dikunjungi.

Periode Oktober hingga Desember serta Maret hingga Juni dapat menjadi pilihan berdasarkan pola musim yang disebutkan dalam informasi perjalanan destinasi ini. Namun, kemunculan aliran musiman tetap bergantung pada curah hujan aktual.

Sementara itu, pada musim kemarau sekitar Juli hingga September, debit air biasanya lebih rendah. Aliran utama yang berasal dari sungai dalam gua tetap menjadi daya tarik karena dapat mengalir sepanjang tahun.

Bagi pencinta fotografi alam, kunjungan ketika debit air meningkat dapat memberikan kesempatan untuk mengabadikan lanskap air terjun dengan aliran yang lebih deras.

Namun, perlu diingat bahwa trekking saat musim hujan juga memiliki tantangan lebih besar. Jalur dapat menjadi licin dan kondisi cuaca di kawasan hutan bisa berubah sewaktu-waktu.

Sebelum berangkat, pastikan untuk mencari informasi terbaru mengenai kondisi jalur dan ketentuan kunjungan dari pengelola Taman Nasional Matalawa.

Air Terjun Matayangu menjadi salah satu gambaran kekayaan alam Pulau Sumba yang belum banyak dikenal wisatawan.

Perpaduan dua aliran air terjun, kolam alami, hutan tropis, serta nilai budaya masyarakat setempat menjadikan destinasi ini menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar perjalanan wisata.

Namun, karena berada di kawasan taman nasional, setiap pengunjung perlu ikut menjaga kelestariannya.

Hindari membuang sampah sembarangan, jangan merusak vegetasi, dan patuhi seluruh ketentuan pengelola serta aturan adat yang berlaku.

Dengan persiapan perjalanan yang baik dan sikap menghormati alam, menjelajahi Air Terjun Matayangu bisa menjadi pengalaman petualangan yang berkesan ketika berkunjung ke Sumba, Nusa Tenggara Timur.

(mc/mg)