Gunung Rinjani Dikunjungi 37.763 Wisatawan Mancanegara, Prancis Terbanyak

Gunung Rinjani

Foto: Mounture.com/Luchito Sangsoko

Mounture.com — Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai negara. Sepanjang April–September 2026, tercatat sebanyak 37.763 kunjungan wisatawan mancanegara ke destinasi tersebut, dengan wisatawan asal Prancis menempati urutan teratas.

Data kunjungan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menunjukkan daya tarik Gunung Rinjani sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan Indonesia. Keindahan lanskap pegunungan, jalur pendakian, serta panorama alamnya menjadi daya tarik bagi petualang dari berbagai belahan dunia.

Setelah Prancis, negara asal wisatawan mancanegara dengan jumlah kunjungan terbanyak berikutnya adalah Belanda, Jerman, Tiongkok, dan Malaysia.

Sementara itu, dari wisatawan domestik, Nusa Tenggara Barat mencatat jumlah kunjungan tertinggi dengan 12.775 kunjungan. Berikutnya, kunjungan terbanyak berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah.

Data tersebut memperlihatkan bahwa Gunung Rinjani tidak hanya menarik minat wisatawan asing, tetapi juga menjadi destinasi favorit bagi masyarakat Indonesia.

BACA JUGA: Tahura Raden Soerjo Kembali Aman dari Titik Api, Ini Hasil Pemeriksaan Lapangan

Besarnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara memperlihatkan daya tarik Gunung Rinjani di mata dunia. Kehadiran wisatawan dari Prancis, Belanda, Jerman, Tiongkok, hingga Malaysia turut menggambarkan beragamnya asal pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan alam NTB.

Bagi sebagian wisatawan, perjalanan ke Rinjani bukan sekadar kegiatan mendaki gunung. Pengalaman menapaki jalur, menikmati panorama alam, dan mencapai tujuan perjalanan menjadi bagian dari pengalaman yang berkesan.

Di sisi lain, kunjungan wisatawan domestik juga menunjukkan pentingnya Rinjani sebagai destinasi wisata alam nasional. Dominasi kunjungan dari NTB, disusul sejumlah provinsi di Pulau Jawa, memperlihatkan bahwa daya tarik gunung ini menjangkau berbagai wilayah Indonesia.

Meski demikian, angka tersebut merupakan jumlah kunjungan selama periode April–September 2026 dan tidak serta-merta menunjukkan jumlah individu yang berbeda, apabila terdapat kunjungan berulang.

BACA JUGA: 7 Alasan Pendaki Gunung Bisa Jadi Pasangan Ideal, Kamu Setuju?

Meningkatnya perhatian wisatawan terhadap Gunung Rinjani juga membawa tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian kawasan. Aktivitas wisata dan pendakian perlu dilakukan dengan memperhatikan keselamatan, daya dukung lingkungan, serta aturan yang berlaku.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan pendaki adalah menerapkan prinsip Zero Waste atau meminimalkan sampah selama perjalanan. Pendaki perlu membawa kembali sampah yang dihasilkan, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, dan tidak meninggalkan sampah di jalur maupun area perkemahan.

Selain menjaga kebersihan, pendaki perlu mempersiapkan kondisi fisik, menggunakan perlengkapan yang sesuai, memantau cuaca, serta mengikuti arahan petugas. Kepatuhan terhadap ketentuan pendakian menjadi bagian penting dari upaya menjaga keselamatan diri dan kelestarian kawasan.

Gunung Rinjani memiliki daya tarik yang mampu mempertemukan orang-orang dari berbagai negara dan latar belakang. Namun, keindahan tersebut tidak hanya untuk dinikmati saat ini, melainkan juga perlu dijaga agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

Rinjani mungkin memanggil para petualang dari seluruh dunia. Akan tetapi, menjaga alamnya merupakan tanggung jawab setiap orang yang datang dan menikmati keindahannya.

(mc/ns)