Gunung Pundak Dibuka Kembali 27 Oktober 2026, Pendaki Bisa Naik Lagi

Gunung Pundak

Foto: Tahura Raden Soerjo

Mounture.com — Pendakian Gunung Pundak di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Jawa Timur, resmi dibuka kembali mulai Selasa, 27 Oktober 2026. Pembukaan ini dilakukan setelah pengelola melakukan pemantauan dan menilai jalur pendakian telah aman untuk kembali digunakan.

Informasi pembukaan pendakian Gunung Pundak tersebut disampaikan melalui pengumuman resmi UPT Tahura Raden Soerjo Nomor 500.4.6.10/1960/123.7.2/2026, yang diterbitkan di Malang pada 26 Oktober 2026 dan ditandatangani Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini.

Sebelumnya, aktivitas pendakian Gunung Pundak ditutup sementara menyusul dampak kebakaran hutan di kawasan Arjuno–Welirang.

Dengan dibukanya kembali jalur tersebut, pendaki kini dapat merencanakan perjalanan menuju Gunung Pundak. Meski demikian, pengelola mengingatkan bahwa status pembukaan dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi cuaca ekstrem atau kondisi darurat lainnya.

BACA JUGA: Kuota Pendakian Gunung Merbabu Dipangkas 25 Persen Mulai November 2026

Berdasarkan pengumuman UPT Tahura Raden Soerjo, keputusan membuka kembali pendakian diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi jalur telah aman bagi pendaki.

Pembukaan ini menjadi kabar baik bagi pencinta kegiatan luar ruang yang ingin kembali menjelajahi kawasan pegunungan di Jawa Timur.

Namun, pendaki tetap perlu memperhatikan kondisi terkini sebelum berangkat. Penilaian jalur yang aman saat pembukaan tidak berarti seluruh risiko perjalanan telah hilang, terutama mengingat kondisi cuaca dan lingkungan dapat berubah.

Pendaki disarankan memastikan informasi operasional terbaru melalui pengelola sebelum memulai perjalanan.

Agar perjalanan berlangsung aman dan tetap menjaga kelestarian kawasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pendaki.

1. Pastikan kondisi fisik dan perlengkapan siap

Persiapkan kondisi tubuh sebelum mendaki. Periksa perlengkapan, termasuk sepatu dengan daya cengkeram baik, pakaian sesuai cuaca, jas hujan, air minum, serta perlengkapan pertolongan pertama.

2. Perhatikan cuaca dan kondisi jalur

Pantau prakiraan cuaca sebelum berangkat dan ikuti informasi dari petugas. Jangan memaksakan perjalanan apabila kondisi tidak mendukung atau terdapat instruksi pembatasan dari pengelola.

3. Patuhi aturan pendakian

Ikuti seluruh ketentuan yang berlaku di kawasan Tahura Raden Soerjo. Pendaki juga perlu mematuhi arahan petugas, termasuk apabila terdapat perubahan jalur atau pembatasan aktivitas.

4. Bawa turun sampah

Seluruh sampah yang dihasilkan selama perjalanan harus dibawa kembali turun. Hindari meninggalkan sampah maupun merusak vegetasi agar kawasan tetap terjaga.

5. Siap mengubah rencana perjalanan

Pengelola menegaskan pendakian dapat ditutup sewaktu-waktu jika terjadi cuaca ekstrem atau kondisi darurat lainnya. Karena itu, pendaki perlu menyiapkan rencana alternatif dan tidak memaksakan perjalanan ketika keselamatan terancam.

BACA JUGA: 7 Tips Outfit Hijab untuk Mendaki Gunung, Tetap Stylish Tanpa Ribet

Meskipun pendakian Gunung Pundak telah dibuka kembali, keputusan tersebut tetap bergantung pada kondisi lapangan.

UPT Tahura Raden Soerjo mengingatkan bahwa penutupan dapat diberlakukan kembali apabila terjadi cuaca ekstrem atau keadaan darurat lainnya.

Pendaki yang berencana mengunjungi Gunung Pundak pada akhir Oktober 2026 maupun periode berikutnya sebaiknya memastikan status pendakian sebelum melakukan perjalanan.

Pembukaan kembali ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kegiatan pendakian harus dilakukan secara bertanggung jawab. Selain mengutamakan keselamatan pribadi, pendaki perlu menjaga lingkungan dan mematuhi ketentuan pengelola agar kawasan Gunung Pundak tetap lestari.

(mc/ns)