
Mounture.com — LRT Jabodebek rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan prasarana jalur untuk menjaga keselamatan pengguna serta kelancaran perjalanan. Kegiatan tersebut dilakukan setiap hari hingga secara berkala, termasuk pada waktu operasional kereta berhenti, yakni pukul 00.00–04.00 WIB.
Pemeriksaan dan perawatan ini dilakukan untuk memastikan prasarana jalur LRT Jabodebek sepanjang kurang lebih 43 kilometer tetap memenuhi standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan teknis yang berlaku.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pemeriksaan prasarana merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan dan keandalan layanan transportasi publik tersebut.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian pada komponen jalur, menilai kondisi prasarana, serta menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan teknis.
“Keselamatan pengguna dan perjalanan LRT Jabodebek menjadi prioritas dalam penyelenggaraan layanan transportasi publik. Karena itu, kondisi prasarana jalur perlu dijaga melalui pemeriksaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin dan terencana,” ujar Radhitya.
BACA JUGA: Ayola Sentosa Palembang Borong Dua Penghargaan Marcom Awards Q3 2026
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan dan perawatan prasarana saat jam operasional kereta berhenti, mulai pukul 00.00 hingga 04.00 WIB. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk memeriksa sejumlah komponen jalur tanpa mengganggu perjalanan kereta yang melayani penumpang.
Pemeriksaan harian meliputi pengukuran lebar rel standar 1.435 milimeter menggunakan alat Matisa, pelumasan pada jalur lengkung, serta pemeliharaan drainase dan lingkungan yang berkaitan dengan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Petugas juga melakukan perawatan jalur beton, fastening system atau sistem penambat rel, safety fence atau pagar pengaman, serta pemeriksaan geometri jalur lengkung.
Langkah tersebut bertujuan membantu mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian pada kondisi jalur dan memastikan komponen pendukung tetap terpelihara sesuai ketentuan teknis.
Selain pemeriksaan harian, LRT Jabodebek melaksanakan pemeriksaan berkala sesuai jadwal pemeliharaan yang telah ditetapkan. Pemeriksaan ini mencakup sejumlah komponen penting yang mendukung keselamatan dan keandalan perjalanan kereta.
Komponen yang diperiksa antara lain wesel, geometri jalur lengkung, guard rail atau rel pelindung, kondisi dan usia penambat rel, serta plinth track atau struktur beton pendukung jalur.
Pemeriksaan juga mencakup sambungan rel yang menggunakan teknik pengelasan flash butt dan thermit, pelat sambung, serta buffer stop atau pembatas di ujung jalur.
Selain komponen tersebut, petugas memeriksa clamping device atau perangkat penjepit dan Seismic Detection Alarm System (SDAS). Sistem SDAS memberikan informasi terkait dampak getaran gempa terhadap prasarana sehingga dapat menjadi acuan bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan lanjutan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
Aspek lain yang turut diperiksa meliputi keselamatan dan kesehatan kerja, drainase, kondisi lingkungan, dahan pohon, serta struktur bawah jalur atau substructure.
BACA JUGA: 24,7 Juta Orang Naik LRT Jabodebek hingga September 2026, Ini Stasiun yang Ramai
Rangkaian pemeriksaan dan perawatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi prasarana LRT Jabodebek. Pemeriksaan geometri jalur dan sistem penambat, misalnya, membantu mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian pada jalur.
Sementara itu, perawatan wesel dan komponen sambungan rel ditujukan untuk menjaga kondisi komponen yang mendukung perjalanan kereta. Pemeriksaan drainase dan lingkungan juga diperlukan untuk mengidentifikasi kondisi di sekitar jalur yang berpotensi memengaruhi prasarana.
Radhitya menegaskan bahwa keandalan transportasi publik tidak hanya bergantung pada pengoperasian kereta, tetapi juga pada kondisi prasarana yang menunjang perjalanan.
“Pemeliharaan jalur dan komponen pendukungnya menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan LRT Jabodebek untuk mobilitas harian,” tambahnya.
Melalui pemeriksaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin serta terencana, LRT Jabodebek berupaya menjaga kondisi prasarana agar tetap sesuai dengan standar dan ketentuan teknis yang berlaku, sekaligus mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan pengguna.
(mc/pd)





