Update Status Pendakian Gunung di Jawa Timur Oktober 2026, Arjuno dan Butak Masih Tutup

Tahura Raden Soerjo Terbakar

Foto: Tahura Raden Soerjo

Mounture.com — Sejumlah gunung dan bukit di Jawa Timur masih ditutup untuk kegiatan pendakian pada Oktober 2026. Penutupan tersebut dilakukan karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla), aktivitas vulkanik, serta evaluasi dan pembenahan jalur pendakian demi menjaga keselamatan pengunjung.

Berdasarkan informasi status pendakian per Oktober 2026, kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Bukit Cendono, Puthuk Kencur, Gunung Kukusan, Gunung Butak, dan Gunung Semeru masih berstatus tutup total. Sementara itu, beberapa destinasi lain telah dibuka kembali dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan potensi bahaya di lapangan.

Bagi pendaki yang berencana melakukan perjalanan ke gunung atau bukit di Jawa Timur, penting untuk memeriksa status jalur sebelum berangkat. Sebab, kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu, terutama ketika terjadi kebakaran hutan, peningkatan aktivitas vulkanik, atau cuaca ekstrem.

Berikut rangkuman status pendakian gunung dan bukit di Jawa Timur pada Oktober 2026.

1. Gunung Arjuno-Welirang

Gunung Arjuno-Welirang yang berada di wilayah Pasuruan, Malang, Kota Batu, dan Mojokerto berstatus tutup total. Penutupan dilakukan menyusul kebakaran hutan dan lahan yang terdeteksi di lima titik di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.

Kondisi tersebut membuat aktivitas pendakian perlu dibatasi untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan pendaki maupun petugas di lapangan.

Calon pendaki disarankan tidak memaksakan perjalanan selama penutupan masih berlaku dan menunggu pengumuman resmi terkait pembukaan kembali jalur pendakian.

2. Bukit Cendono, Mojokerto

Bukit Cendono di Mojokerto juga berstatus tutup total akibat kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran dilaporkan merambat mendekati kawasan yang dikenal sebagai Surga Cendono.

Kondisi ini menjadi perhatian karena perambatan api dapat mengancam keselamatan pengunjung serta merusak vegetasi di sekitar kawasan tersebut. Pendaki dan wisatawan diimbau menunda kunjungan sampai situasi dinyatakan aman oleh pihak pengelola.

3. Puthuk Kencur dan Gunung Kukusan, Mojokerto

Puthuk Kencur dan Gunung Kukusan di Mojokerto juga ditutup total. Kawasan ini terdampak situasi kebakaran hutan dan lahan yang berkaitan dengan wilayah Gunung Anjasmoro.

Selama penutupan berlangsung, calon pengunjung sebaiknya tidak memasuki jalur pendakian maupun kawasan yang berpotensi terdampak kebakaran. Informasi pembukaan kembali perlu menunggu perkembangan kondisi di lapangan dan pengumuman pengelola setempat.

BACA JUGA: Ada Kebakaran di Tahura Raden Soerjo, Jalur Pendakian Gunung Lincing Ditutup

4. Gunung Butak

Gunung Butak yang berada di wilayah Batu, Malang, dan Blitar berstatus tutup total. Penutupan berkaitan dengan evaluasi serta pembenahan jalur setelah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi jalur dan kawasan pendakian aman sebelum kembali menerima pengunjung. Bagi pendaki yang telah merencanakan perjalanan ke Gunung Butak, sebaiknya menunda keberangkatan sampai ada informasi resmi mengenai pembukaan kembali.

5. Gunung Semeru

Gunung Semeru di wilayah Lumajang dan Malang masih berstatus tutup total untuk kegiatan pendakian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penutupan berlangsung hingga 31 Oktober 2026 terkait aktivitas vulkanik.

Calon pendaki perlu memperhatikan informasi resmi dari pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) serta otoritas pemantauan gunung api sebelum merencanakan perjalanan.

Perlu diingat, penutupan jalur pendakian berkaitan dengan keselamatan dan harus dipatuhi. Pendaki tidak disarankan memasuki kawasan yang dinyatakan tertutup.

6. Kawasan Bromo

Kawasan Gunung Bromo yang mencakup wilayah Pasuruan, Malang, dan Lumajang berada dalam status siaga dengan pembatasan akses pada titik-titik tertentu. Kondisi ini berkaitan dengan titik api yang dilaporkan berada di Bukit Kembang, Pusung, dan Mentigen.

Pengunjung perlu memperhatikan informasi terbaru dari pengelola kawasan mengenai jalur yang dapat dilalui, lokasi yang dibatasi, serta perkembangan penanganan kebakaran. Sebelum berkunjung, pastikan rencana perjalanan tidak melewati area terdampak dan ikuti arahan petugas di lapangan.

7. Gunung Panderman dan Bokong

Kabar baik datang dari kawasan Gunung Panderman dan Bokong di Kota Batu. Berdasarkan informasi yang tersedia, kawasan ini telah dibuka kembali mulai 16 Oktober 2026.

Meski demikian, pendaki tetap perlu memastikan kondisi jalur dan ketentuan kunjungan yang berlaku sebelum melakukan perjalanan.

Pembukaan kembali jalur bukan berarti pendaki dapat mengabaikan persiapan. Perlengkapan yang memadai, kondisi fisik, serta pemantauan cuaca tetap menjadi bagian penting dari rencana pendakian.

BACA JUGA: TN Gunung Rinjani Tegaskan Larangan Trabas Ilegal, Kendaraan Bisa Diamankan

8. Gunung Pundak, Siwur, Watu Jengger, dan Semar

Sejumlah destinasi pendakian di Mojokerto, yakni Gunung Pundak, Gunung Siwur, Watu Jengger, dan Gunung Semar, berstatus buka dengan kewaspadaan.

Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa api di kawasan terkait telah padam. Namun, pendaki tetap diminta memperhatikan kondisi cuaca dan arah angin yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan.

Sebelum berangkat, calon pengunjung sebaiknya menghubungi pengelola atau petugas setempat untuk memastikan jalur yang akan digunakan aman dilalui.

9. Bukit Lincing, Malang

Bukit Lincing di Malang saat ini ditutup karena ada kebakaran hutan di kawasan Tahura Raden Soerjo.

Status kunjungan mengikuti perkembangan situasi di lereng Gunung Arjuno. Karena kondisi kawasan dapat berubah, pendaki perlu memastikan apakah jalur masih dapat diakses dan tidak terdampak kebakaran.

Jangan memaksakan pendakian apabila petugas menyarankan penundaan atau membatasi akses menuju kawasan tersebut.

10. Gunung Penanggungan

Gunung Penanggungan yang berada di wilayah Mojokerto dan Pasuruan berstatus buka dengan kewaspadaan. Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa jalur pendakian dibuka, tetapi pengawasan dan ketentuan kunjungan tetap perlu diperhatikan.

Pendaki sebaiknya memastikan jalur yang dipilih telah dinyatakan aman oleh pengelola. Selain itu, persiapan fisik, perlengkapan, logistik, dan pemantauan cuaca tetap diperlukan sebelum memulai perjalanan.

BACA JUGA: Rantemario hingga Gandang Dewata, Ini 6 Puncak Gunung di Sulawesi

Melihat kondisi sejumlah kawasan pendakian di Jawa Timur pada Oktober 2026, calon pendaki perlu lebih cermat sebelum menentukan destinasi.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

– Periksa status jalur: Pastikan gunung atau bukit tujuan tidak sedang ditutup oleh pengelola.
– Pantau informasi resmi: Cari pembaruan dari pengelola kawasan, basecamp, atau otoritas terkait.
– Perhatikan cuaca dan angin: Kondisi tersebut dapat memengaruhi keselamatan, terutama di kawasan yang baru terdampak kebakaran.
– Jangan menerobos penutupan: Jalur yang ditutup memiliki alasan keselamatan yang harus dipatuhi.
– Siapkan perlengkapan dan kondisi fisik: Pastikan perlengkapan sesuai dengan karakter jalur dan durasi perjalanan.

Status pendakian dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi di lapangan. Karena itu, informasi dalam artikel ini perlu dikonfirmasi kembali kepada pengelola sebelum keberangkatan.

Bagi pendaki yang ingin beraktivitas di alam bebas, keselamatan harus tetap menjadi prioritas. Menunda pendakian ketika kawasan belum aman merupakan keputusan yang lebih bijak daripada memaksakan perjalanan.

(mc/mg)