
Puncak Rantemario di Gunung Latimojong (Mounture.com/Nurcholish)
Mounture.com — Aktivitas pendakian Gunung Latimojong ditutup sementara menyusul terjadinya kebakaran hutan di kawasan Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan. Penutupan dilakukan demi menjaga keselamatan pendaki sekaligus mendukung proses penanganan kebakaran di kawasan tersebut.
Penutupan berlaku untuk seluruh jalur pendakian Gunung Latimojong, termasuk jalur yang selama ini menjadi akses pendaki menuju kawasan pegunungan.
Adapun jalur pendakian yang ditutup sementara meliputi:
– Jalur pendakian via Karangan
– Jalur pendakian via Karuaja
– Seluruh jalur pendakian Gunung Latimojong lainnya
Dengan adanya penutupan tersebut, calon pendaki diimbau untuk menunda rencana pendakian Gunung Latimojong sampai kondisi kawasan dinyatakan aman.
BACA JUGA: TNGR Ingatkan Tiket Rinjani Tak Bisa Dibatalkan, Tapi Pendaki Bisa Reschedule
Penutupan jalur pendakian dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko yang dapat ditimbulkan akibat kebakaran hutan di kawasan Gunung Latimojong.
Selain mengancam keselamatan pendaki, keberadaan api dan asap di kawasan hutan juga dapat mengganggu proses evakuasi maupun penanganan kebakaran oleh petugas dan pihak terkait.
Penutupan ini akan berlangsung sampai kondisi kawasan dinyatakan aman dan terdapat informasi resmi mengenai pembukaan kembali jalur pendakian.
Karena itu, pendaki maupun masyarakat yang berencana melakukan perjalanan ke Gunung Latimojong diminta tidak memaksakan diri untuk memasuki kawasan melalui jalur yang ditutup.
BACA JUGA: Hari Danau Sedunia: Danau Toba dan Kisah Alam serta Budaya di Pulau Samosir
Gunung Latimojong merupakan salah satu destinasi pendakian populer di Sulawesi Selatan. Kawasan ini juga menjadi lokasi Puncak Rantemario, yang dikenal sebagai titik tertinggi di Pulau Sulawesi.
Dalam kondisi kebakaran hutan, aktivitas pendakian memiliki risiko yang lebih tinggi. Perubahan arah angin, asap, jarak pandang yang terbatas, hingga kemungkinan meluasnya titik api menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.
Oleh sebab itu, calon pendaki diharapkan menghormati keputusan penutupan sementara dan menunggu informasi resmi terkait kondisi terbaru kawasan. Jangan memaksakan pendakian saat jalur masih ditutup. Keselamatan pendaki dan proses penanganan kebakaran harus menjadi prioritas.
(mc/mg)





