
Puncak Gunung Lawu (dok.disparpora.karanganyarkab.go.id)
Mounture.com — Gunung Lawu merupakan salah satu gunung favorit di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gunung berketinggian 3.265 mdpl ini masuk ke wilayah Kabupaten Karanganyar (Jawa Tengah), Magetan, dan Ngawi (Jawa Timur).
Gunung Lawu memiliki tiga puncak yang terkenal, yaitu Hargo Dumilah sebagai puncak tertinggi, Hargo Dalem, dan Hargo Dumiling. Selain dikenal sebagai gunung yang memiliki nilai sejarah dan spiritual, Lawu juga menawarkan panorama sabana luas, hutan pegunungan, hingga hamparan bunga Edelweis.
Salah satu jalur resmi menuju puncaknya adalah jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang. Jalur ini terkenal sebagai jalur paling panjang dibandingkan jalur lainnya sehingga cocok bagi pendaki yang menyukai tantangan dan ingin menikmati suasana alam yang lebih tenang.
Basecamp Cemoro Kandang berada di ketinggian sekitar 1.946 mdpl di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Meski tidak sepopuler jalur Cemoro Sewu, jalur ini memiliki keunggulan berupa suasana yang lebih sepi, panorama lebih beragam, serta trek yang melewati kawasan hutan lebat hingga sabana luas.
Fasilitas di basecamp juga tergolong lengkap, di antaranya area parkir, musala, lamar mandi, aula, tempat istirahat, warung makan, dan area menginap.
Cara menuju ke basecamp Cemoro Kandang jika dari Jakarta dan Jawa Barat bisa menggunakan transportasi kereta api menuju ke Solo. Dari Solo menuju Terminal Tawangmangu menggunakan bus. Selanjutnya dari Terminal Tawangmangu naik angkutan L300 menuju Basecamp Cemoro Kandang.
Jika tiba di Terminal Tawangmangu pada sore atau malam hari, pendaki dapat menggunakan jasa ojek maupun kendaraan sewa karena angkutan umum biasanya hanya beroperasi pada pagi hingga sore hari.
Sedangkan jika dari Jawa Timur, pendaki dapat menggunakan kereta maupun bus menuju Madiun. Selanjutnya, naik bus menuju Terminal Magetan, dan lanjut menggunakan angkutan L300 menuju Basecamp Cemoro Kandang.
Alternatif lainnya adalah menggunakan ojek atau kendaraan sewa apabila angkutan umum sudah tidak beroperasi.
BACA JUGA: Gunung Gamkonora: Gunung Tertinggi di Halmahera dengan Kawah Aktif dan Panorama Laut yang Memukau
Berikut ini estimasi waktu pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang:
Basecamp – Pos 1 Taman Sari Bawah (2 jam)
Pendakian dimulai dengan melewati anak tangga yang cukup panjang. Jalur ini sering digunakan peziarah sehingga akses awal dibuat lebih nyaman.
Setelah melewati tangga, jalur berubah menjadi jalan setapak di dalam hutan dengan kemiringan yang relatif landai. Sekitar 2 jam perjalanan, pendaki akan tiba di Pos 1 Taman Sari Bawah yang berada di ketinggian sekitar 2.237 mdpl.
Fasilitas Pos 1, antara lain bangunan untuk berteduh, serta area datar yang cukup untuk sekitar dua tenda.
Pos 1 – Pos 2 Taman Sari Atas (1,5 jam)
Perjalanan menuju Pos 2 mulai didominasi tanjakan. Sepanjang jalur, pendaki akan melewati hutan pegunungan yang lebat, aroma belerang dari Kawah Candradimuka, dan suara gemuruh kawah yang sesekali terdengar.
Estimasi waktu menuju Pos 2 sekitar 1,5 jam. Di Pos 2 terdapat pondok kayu yang cukup besar. Beberapa pedagang juga biasanya berjualan makanan dan minuman di lokasi ini.
Pos 2 – Pos 3 Penggik (3 jam)
Selepas Pos 2, pendaki akan menyeberangi sungai kecil. Medan mulai terasa lebih menantang karena terdapat jalur di sisi jurang. Di tengah perjalanan terdapat percabangan jalur berupa jalur pendek dengan tanjakan curam, dan jalur lebih panjang dengan kemiringan lebih landai.
Perjalanan menuju Pos 3 membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Pos Penggik memiliki shelter kecil yang hanya mampu menampung satu tenda, namun panorama di sekitarnya menjadi salah satu yang terbaik sepanjang jalur.
Pos 3 – Pos 4 Cokro Suryo (1,5 jam)
Menuju Pos 4, jalur masih didominasi tanjakan yang konsisten. Beberapa daya tarik yang akan ditemui antara lain hamparan bunga Edelweis, bukit-bukit terbuka, dan Sendang Panguripan, sumber mata air alami yang dianggap sakral oleh sebagian masyarakat sekitar.
Setelah sekitar 1,5 jam, pendaki akan tiba di Pos 4 Cokro Suryo. Di lokasi ini terdapat shelter sederhana dan beberapa memorial pendaki.
Pos 4 – Pos 5 Prapatan (1,5 jam)
Karakter jalur menuju Pos 5 cukup bervariasi. Pendaki akan melewati jalur menurun, trek datar, tanjakan, jalan berbatu, dan padang Edelweis.
Menjelang Pos 5 terdapat tanjakan yang cukup tajam. Estimasi perjalanan sekitar 1,5 jam. Perlu dicatat, Pos Prapatan merupakan persimpangan menuju tiga lokasi penting yakni Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan Hargo Dumilah.
Pos 5 – Hargo Dalem (30 menit)
Perjalanan menuju Hargo Dalem hanya sekitar 30 menit. Di kawasan ini terdapat petilasan Prabu Brawijaya V, warung Mbok Yem yang legendaris, serta area istirahat pendaki.
Warung Mbok Yem dikenal sebagai salah satu warung tertinggi di Indonesia dan menyediakan berbagai makanan serta minuman hangat.
Hargo Dalem – Hargo Dumilah (30 menit)
Dari Hargo Dalem menuju Puncak Hargo Dumilah membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Jalur menuju puncak merupakan salah satu bagian paling menantang karena berada di antara kawah dan jurang sehingga pendaki harus ekstra berhati-hati dalam memilih pijakan.
Sesampainya di puncak, pendaki dapat menikmati panorama berbagai gunung di Jawa Tengah seperti Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing. Selain itu, momen matahari terbit menjadi daya tarik utama yang selalu diburu para pendaki.
BACA JUGA: Beberapa Tempat Wisata Ikonik, Kuliner, dan Aktivitas Terbaik di Bandung
Agar pendakian berjalan aman dan nyaman, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
– Pilih musim kemarau untuk mengurangi risiko jalur licin.
– Gunakan perlengkapan pendakian sesuai standar keselamatan.
– Registrasi di basecamp sebelum dan sesudah pendakian.
– Siapkan fisik karena jalur ini merupakan salah satu rute terpanjang menuju puncak Lawu.
– Bawa turun seluruh sampah yang dihasilkan.
– Hindari vandalisme dan hormati kawasan yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat.
– Perhatikan kondisi cuaca sebelum memulai pendakian.
Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang menjadi pilihan menarik bagi pendaki yang menginginkan pengalaman mendaki dengan durasi lebih panjang dan suasana yang lebih tenang.
Meski membutuhkan tenaga ekstra karena total perjalanan menuju puncak mencapai sekitar 10 jam, jalur ini menawarkan hutan alami, sabana, bunga Edelweis, Sendang Panguripan, hingga panorama matahari terbit dari Puncak Hargo Dumilah yang menjadi hadiah terbaik setelah perjalanan panjang.
(mc/pd)





