
Foto: https://hubud.kemenhub.go.id/
Mounture.com — Bagi pecinta alam, Gunung Gamkonora menjadi salah satu destinasi pendakian yang wajib masuk daftar kunjungan saat berada di Maluku Utara. Gunung berapi aktif ini menawarkan perpaduan antara petualangan, panorama alam yang memukau, serta jejak sejarah vulkanik yang panjang.
Dengan ketinggian 1.635 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Gamkonora merupakan gunung tertinggi di Pulau Halmahera. Dari puncaknya, pendaki dapat menikmati panorama laut, gugusan pulau-pulau kecil, hingga hamparan hutan tropis yang masih terjaga.
Gunung Gamkonora berada di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.
Gunung ini menjadi salah satu gunung api aktif yang dipantau secara berkala karena memiliki sejarah letusan sejak ratusan tahun lalu. Meski demikian, keindahan alam yang dimilikinya tetap menjadi daya tarik bagi para pendaki dan wisatawan.
BACA JUGA: Pesona TWA Gunung Permisan Bangka Selatan, Surga Trekking Hutan dengan Panorama Bukit Nenek
Pendakian menuju puncak Gunung Gamkonora umumnya dimulai dari Kampung Gamsungi, Kecamatan Ibu, Halmahera Barat.
Dari titik awal pendakian, perjalanan menuju kawah membutuhkan waktu sekitar 4 jam, tergantung kondisi cuaca dan kemampuan fisik masing-masing pendaki.
Jalur pendakian didominasi kawasan hutan tropis yang masih alami dengan udara yang sejuk serta vegetasi yang lebat.
Bagi pendaki yang ingin bermalam, terdapat dua lokasi yang umum digunakan untuk mendirikan tenda, yaitu Paseba, berada di kawasan Hutan Glagah (Kaso) pada ketinggian sekitar 1.100 mdpl, atau area kawah bagian utara, yang juga menjadi lokasi berkemah favorit saat kondisi cuaca memungkinkan.
Namun, saat musim hujan, pendaki perlu memperhatikan kondisi kawasan kawah karena sering muncul genangan air di dasar kawah maupun di sela-sela bebatuan.
Salah satu keunikan Gunung Gamkonora adalah keberadaan kawah aktif di puncaknya. Pendaki dapat menyaksikan kepulan uap belerang yang keluar dari kawah sebagai tanda aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Karena itu, wisatawan disarankan selalu mengikuti informasi dari pihak berwenang mengenai status aktivitas gunung sebelum melakukan pendakian.
BACA JUGA: Jadwal Penutupan Pendakian Gunung Arjuno Welirang pada Juli–Agustus 2026
Sesampainya di puncak, seluruh rasa lelah akan terbayar dengan panorama alam yang luar biasa. Dari ketinggian Gunung Gamkonora, pendaki dapat menikmati hamparan Laut Halmahera, gugusan pulau-pulau kecil di sekitarnya, hutan tropis yang membentang luas, dan lanskap pegunungan Maluku Utara.
Perpaduan warna biru laut dan hijau hutan menciptakan pemandangan yang menjadi daya tarik utama gunung ini.
Gunung Gamkonora juga dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam di Halmahera.
Saat cuaca cerah, langit berwarna jingga keemasan berpadu dengan siluet pegunungan dan laut yang membentang luas, menciptakan panorama yang sangat menarik bagi fotografer maupun pencinta alam.
Selain panorama alamnya, Gunung Gamkonora juga memiliki kekayaan biodiversitas yang tinggi.
Kawasan hutan di lereng gunung menjadi habitat berbagai flora tropis dan satwa khas Maluku, termasuk beberapa jenis burung endemik yang masih dapat dijumpai selama perjalanan menuju puncak.
Suasana hutan yang masih alami membuat pengalaman mendaki terasa semakin berkesan.
Di balik keindahannya, Gunung Gamkonora memiliki sejarah aktivitas vulkanik yang panjang.
Catatan sejarah menyebutkan gunung ini telah mengalami beberapa kali erupsi sejak abad ke-16. Salah satu letusan yang paling dikenal terjadi pada 2007, ketika aktivitas vulkanik meningkat dan menyebabkan ribuan warga di sekitar lereng gunung harus dievakuasi.
Karena merupakan gunung api aktif, setiap pendaki wajib memastikan status aktivitas Gunung Gamkonora melalui informasi resmi sebelum merencanakan pendakian.
(mc/ns)





