Pesona TWA Gunung Permisan Bangka Selatan, Surga Trekking Hutan dengan Panorama Bukit Nenek

TWA Gunung Permisan

Foto: Wikipedia.org

Mounture.com — Bagi pencinta wisata alam dan petualangan, Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Permisan di Kabupaten Bangka Selatan menjadi salah satu destinasi yang layak masuk dalam daftar kunjungan.

Kawasan konservasi ini menawarkan pengalaman trekking menyusuri hutan tropis, menikmati udara segar, hingga menyaksikan panorama alam dari puncak Bukit Nenek.

Tidak hanya menyuguhkan lanskap yang masih alami, TWA Gunung Permisan juga menjadi habitat berbagai flora dan fauna khas Bangka Belitung yang masih terjaga kelestariannya.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal KSDAE, disebutkan bahwa TWA Gunung Permisan berada di Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.580/Menlhk/Setjen/PLA.2/7/2016, kawasan ini memiliki luas sekitar 3.149,69 hektare.

Wilayah konservasi tersebut berbatasan langsung dengan lima desa, yakni Desa Sebagin, Desa Rajik, Desa Permis, Desa Gudang, dan Desa Simpang Rimba.

Hamparan hutan yang luas menjadikan kawasan ini memiliki fungsi penting sebagai habitat satwa liar sekaligus destinasi wisata berbasis konservasi.

BACA JUGA: Wisata Batik Valiri di Sigi: Menyusuri Hutan Ranjuri, Membatik dengan Pewarna Alami hingga Mengenal Budaya Kaili

Salah satu daya tarik utama TWA Gunung Permisan adalah keberadaan lima bukit yang berada di dalam kawasan. Kelima bukit tersebut meliputi Bukit Nenek, Bukit Nangka, Bukit Meninjen Tua, Bukit Meninjen Muda, dan Bukit Jering.

Selain bukit, kawasan ini juga memiliki gua alami yang kerap dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai lokasi wisata religi. Di dalam kawasan juga mengalir beberapa anak sungai yang menjadi bagian dari potensi jasa lingkungan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Bukit Nenek menjadi destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan di TWA Gunung Permisan. Untuk mencapai puncaknya, pengunjung harus melakukan trekking sekitar satu jam dengan jalur yang cukup menanjak.

Meski membutuhkan tenaga ekstra, perjalanan terasa menyenangkan karena sepanjang jalur pendakian dipenuhi pepohonan khas hutan tropis, seperti Nyatoh (Palaquium spp.), Jelutung (Dyera sp.), Medang (Cinnamomum spp.), Melanding, Embacang (Mangifera foetida), dan Pelawan (Tristaniopsis merguensis).

Rindangnya pepohonan membuat udara di sepanjang jalur terasa sejuk, terutama pada pagi hari ketika kabut masih menyelimuti kawasan hutan.

BACA JUGA: Jadwal Penutupan Pendakian Gunung Arjuno Welirang pada Juli–Agustus 2026

Selain kekayaan flora, TWA Gunung Permisan juga menjadi rumah bagi berbagai satwa liar yang masih dapat dijumpai di habitat alaminya.

Beberapa satwa yang berpotensi ditemui selama trekking antara lain monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung (Trachypithecus sp.), tarsius Bangka (Tarsius bancanus), beruk (Macaca nemestrina), serta beragam jenis burung hutan.

Keberadaan satwa-satwa tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta fotografi alam maupun pengamat satwa liar.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, pengunjung akan disambut panorama hutan hijau yang membentang luas dari puncak Bukit Nenek.

Dari titik ini, hamparan pepohonan terlihat membalut kawasan Gunung Permisan, sementara udara pegunungan yang segar memberikan pengalaman berbeda dibandingkan wisata perkotaan.

Pemandangan tersebut menjadi alasan mengapa kawasan ini banyak dikunjungi peneliti, fotografer alam, hingga pecinta petualangan dari berbagai daerah.

Lokasi TWA Gunung Permisan dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Dari Kota Pangkalpinang, perjalanan menuju Desa Gudang di Kecamatan Simpang Rimba menempuh jarak sekitar 120 kilometer dengan waktu perjalanan kurang lebih dua jam.

Setelah tiba di Desa Gudang, pengunjung hanya perlu melanjutkan perjalanan sekitar 500 meter untuk mencapai pintu masuk kawasan TWA Gunung Permisan. Akses yang relatif mudah membuat kawasan ini cocok dijadikan tujuan wisata alam saat berkunjung ke Bangka Belitung.

Selain menawarkan pengalaman trekking dan panorama alam yang memikat, TWA Gunung Permisan juga memiliki peran penting sebagai kawasan konservasi yang melindungi keanekaragaman hayati Bangka Belitung.

Karena itu, setiap pengunjung diharapkan menjaga kebersihan, mematuhi aturan yang berlaku, serta tidak merusak flora maupun mengganggu satwa liar selama berada di kawasan.

Dengan perpaduan hutan tropis yang masih alami, kekayaan flora dan fauna, jalur trekking yang menantang, serta panorama indah dari Bukit Nenek, TWA Gunung Permisan menjadi salah satu destinasi wisata alam terbaik di Bangka Selatan yang layak dikunjungi oleh para pencinta petualangan dan ekowisata.

(mc/ns)