
Foto: BKSDA Sumsel
Mounture.com — Bagi pecinta alam yang mencari destinasi pendakian dengan jalur yang tidak terlalu berat, Taman Nasional Gunung Maras di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bisa menjadi pilihan menarik.
Kawasan konservasi yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan di bawah Kementerian Kehutanan ini dikenal memiliki bentang alam yang unik, keanekaragaman hayati yang kaya, serta jalur pendakian yang relatif mudah bagi pemula.
Dengan puncak tertinggi mencapai 710 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Maras menjadi salah satu tujuan favorit bagi pendaki dan pencinta wisata alam yang berkunjung ke Pulau Bangka.
Secara administratif, Taman Nasional Gunung Maras berada di Kabupaten Bangka, tepatnya mencakup wilayah Desa Berbura, Kecamatan Riau Silip, serta Desa Dalil, Kecamatan Bakam, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dari Kota Pangkalpinang, kawasan ini dapat dijangkau melalui Desa Dalil dengan jarak sekitar 90 kilometer atau waktu perjalanan kurang lebih 1,5 jam menggunakan kendaraan.
Akses yang relatif mudah membuat kawasan ini semakin diminati wisatawan maupun pendaki yang ingin menikmati suasana alam khas Bangka Belitung.
BACA JUGA: 100 Tahun Jam Gadang: Sejarah, Keunikan Arsitektur, dan Perannya sebagai Ikon Wisata Bukittinggi
Salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah aktivitas pendakian menuju Puncak Maras yang berada pada ketinggian 710 mdpl.
Berdasarkan grading jalur pendakian yang diterapkan pengelola, jalur menuju Gunung Maras melalui Jalur Dalil, Jalur Muriyan, maupun Jalur Berbura termasuk dalam kategori Grade II atau mudah.
Kategori tersebut menunjukkan bahwa medan pendakian masih relatif ramah bagi pemula yang baru ingin mencoba aktivitas mendaki gunung.
Selain Puncak Maras, kawasan ini juga dikenal sebagai lokasi favorit untuk menjelajahi Bukit Idat yang menawarkan panorama alam khas hutan tropis Pulau Bangka.
Taman Nasional Gunung Maras memiliki karakteristik bentang alam yang unik karena menyatukan berbagai tipe ekosistem dalam satu kawasan.
Mulai dari ekosistem mangrove di wilayah pesisir, hutan dataran rendah, hingga kawasan pegunungan dapat ditemukan di dalam taman nasional ini.
Keberagaman ekosistem tersebut menjadikan Gunung Maras sebagai lokasi penting untuk kegiatan penelitian, pendidikan lingkungan, pengamatan satwa liar, hingga wisata minat khusus seperti birdwatching dan susur hutan.
BACA JUGA: Pendaki Rinjani Wajib Tahu, Jangan Tinggalkan Tenda Kosong di Plawangan Sembalun
Selain menawarkan pengalaman pendakian, Taman Nasional Gunung Maras juga menjadi habitat berbagai jenis satwa liar yang dilindungi.
Beberapa fauna yang dapat ditemukan di kawasan ini antara lain trenggiling (Manis javanica), kukang (Nycticebus coucang), kancil (Tragulus javanicus), musang (Paradoxurus hermaphroditus), ayam hutan, biawak, lutung, hingga berbagai jenis ular.
Keberadaan satwa-satwa tersebut menunjukkan pentingnya kawasan Gunung Maras sebagai benteng konservasi keanekaragaman hayati di Pulau Bangka.
Tidak hanya satwa, kawasan ini juga menyimpan kekayaan flora yang cukup beragam.
Beberapa jenis tumbuhan yang telah teridentifikasi antara lain meranti, ketapang, bungur, johar, medang, mahang, pelawan air, pelawan sungon, pelawan merah, serta berbagai jenis anggrek hutan.
Salah satu tumbuhan yang menjadi daya tarik tersendiri adalah kantong semar, tanaman karnivora yang banyak diburu fotografer alam dan peneliti karena bentuknya yang unik.
Selain pendakian, wisatawan juga dapat menikmati berbagai potensi wisata alam yang tersebar di kawasan taman nasional.
Terdapat sejumlah aliran sungai jernih dan air terjun yang menjadi favorit pengunjung, di antaranya Air Terjun Berbura, Air Terjun Bidadari, dan Air Terjun Tujuh Tingkat.
Keindahan air terjun yang masih alami menjadikan kawasan ini cocok untuk kegiatan trekking, fotografi alam, maupun sekadar menikmati suasana hutan yang tenang.
(mc/pd)





