
Foto: Google Images
Mounture.com — Aktivitas pendakian Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, akan ditutup sementara selama sepekan. Penutupan berlaku untuk seluruh jalur pendakian mulai 26 Juni hingga 2 Juli 2026.
Kebijakan tersebut dilakukan sehubungan dengan pelaksanaan Karya Aci Purnama Kasa Tahun 2026 yang berlangsung di Pura Pengubengan Besakih, Desa Adat Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.
Informasi penutupan ini disampaikan melalui surat imbauan resmi Pura Pengubengan Besakih Nomor 27/PPK.PPB/VI/2026 yang ditujukan kepada masyarakat serta seluruh pihak terkait aktivitas pendakian di Gunung Agung.
Dalam surat tersebut disebutkan bahwa masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pendakian di Gunung Agung untuk sementara waktu selama rangkaian upacara berlangsung.
“Sehubungan dengan pelaksanaan Karya Aci Purnama Kasa di Pura Pengubengan Besakih Tahun 2026, maka dengan ini kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendakian di Gunung Agung untuk sementara waktu, mulai dari tanggal 26 Juni 2026 sampai dengan 2 Juli 2026,” demikian bunyi imbauan tersebut.
BACA JUGA: Bingung Menginap di Bali Utara? Ini Perbedaan Lovina, Seririt, Munduk, Singaraja, dan Pemuteran
Penutupan berlaku untuk seluruh jalur pendakian yang biasa digunakan pendaki menuju puncak Gunung Agung. Karena itu, wisatawan maupun pendaki yang telah merencanakan pendakian pada periode tersebut diminta menyesuaikan jadwal perjalanan mereka.
Pengelola jalur pendakian, pemandu lokal, komunitas pendaki, hingga pelaku wisata juga diminta turut membantu menyebarluaskan informasi penutupan sementara ini kepada calon pendaki.
Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari adanya pendaki yang tetap melakukan aktivitas di kawasan Gunung Agung selama pelaksanaan karya keagamaan berlangsung.
BACA JUGA: Mau Naik Gunung Sindoro? Ini Panduan Lengkap Jalur Kledung untuk Pendaki
Bagi masyarakat Bali, Gunung Agung bukan hanya gunung tertinggi di Pulau Dewata, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan religius yang sangat penting. Kawasan gunung ini kerap menjadi bagian dari berbagai rangkaian upacara adat dan keagamaan umat Hindu Bali.
Oleh karena itu, penghentian sementara aktivitas pendakian menjadi bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Karya Aci Purnama Kasa yang berlangsung di kawasan suci Besakih.
Pihak Pura Pengubengan Besakih mengajak seluruh masyarakat, wisatawan, serta pendaki untuk menghormati ketentuan tersebut dan menjaga kesucian Gunung Agung selama karya berlangsung.
“Mari bersama menghormati dan menjaga kesucian Gunung Agung serta menyukseskan jalannya karya yang berlangsung. Dumogi Rahayu,” demikian imbauan yang disampaikan.
Bagi pendaki yang berencana mendaki Gunung Agung pada akhir Juni 2026, disarankan untuk menunda perjalanan hingga masa penutupan berakhir pada 2 Juli 2026.
Setelah periode tersebut berakhir, calon pendaki tetap disarankan untuk memantau informasi terbaru dari pengelola jalur pendakian maupun pihak berwenang terkait pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Agung.
Dengan adanya penutupan sementara ini, diharapkan seluruh pihak dapat menghormati pelaksanaan kegiatan keagamaan yang berlangsung serta menjaga kelestarian dan kesucian kawasan Gunung Agung.
(mc/ril)





