
Suasana Pelawangan Sembalun di Gunung Rinjani – Foto: TN Gunung Rinjani
Mounture.com — Bagi para pendaki yang berencana bermalam di Gunung Rinjani, khususnya di kawasan Plawangan Sembalun, penting untuk tidak meninggalkan tenda dalam kondisi kosong tanpa pengawasan. Selain berisiko kehilangan barang, kebiasaan tersebut juga dapat mengundang kedatangan satwa liar yang mencari sumber makanan.
Salah satu satwa yang paling sering terlihat di sekitar area perkemahan Plawangan Sembalun adalah monyet. Satwa ini dikenal memiliki naluri yang kuat dalam mencari makanan dan mampu mengenali aroma makanan dari jarak tertentu.
Tidak jarang monyet mendekati area tenda pendaki yang ditinggalkan kosong. Ketika menemukan aroma makanan atau barang yang dianggap menarik, satwa tersebut dapat membuka, menarik, hingga mengacak-acak isi tenda demi mendapatkan makanan.
Fenomena tenda yang diobrak-abrik monyet bukan hal baru di jalur pendakian Gunung Rinjani. Banyak pendaki yang meninggalkan tenda untuk mengejar sunrise, menuju puncak, atau sekadar berjalan-jalan di sekitar area perkemahan tanpa menyisakan anggota kelompok yang berjaga.
Situasi tersebut memberikan peluang bagi satwa liar untuk mendekati area tenda. Akibatnya, perlengkapan pendakian dapat rusak, barang pribadi berserakan, hingga sampah dan sisa makanan tercecer ke lingkungan sekitar.
Kondisi ini bukan hanya merugikan pendaki, tetapi juga berdampak buruk terhadap ekosistem kawasan konservasi.
BACA JUGA: Bukit Anak Dara Lombok: Replika Gunung Rinjani dengan Sunrise Spektakuler
Pengelola kawasan konservasi dan pegiat lingkungan mengingatkan bahwa meningkatnya interaksi antara satwa liar dan manusia sering kali dipicu oleh perilaku pendaki sendiri.
Menyimpan makanan secara sembarangan, meninggalkan sampah di area camping, atau membiarkan aroma makanan menyebar dari dalam tenda membuat satwa liar terbiasa mendekati manusia.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mengubah perilaku alami satwa karena mereka mulai bergantung pada sumber makanan yang berasal dari aktivitas manusia.
Padahal, satwa liar seharusnya mencari makanan secara alami di habitatnya, bukan dari area perkemahan pendaki.
Untuk mengurangi risiko gangguan satwa liar saat berkemah di Gunung Rinjani, pendaki disarankan melakukan beberapa langkah sederhana berikut:
1. Sisakan Anggota Kelompok di Area Tenda
Jika memungkinkan, pastikan ada anggota kelompok yang tetap berada di lokasi perkemahan ketika sebagian anggota melakukan aktivitas lain.
2. Simpan Makanan dengan Aman
Masukkan makanan, camilan, serta barang yang memiliki aroma menyengat ke dalam wadah tertutup dan simpan dengan rapi.
3. Jangan Tinggalkan Sampah
Selalu bawa kembali sampah dan sisa makanan. Hindari membuang atau meninggalkan makanan di sekitar area tenda.
4. Tutup Tenda dengan Rapat
Pastikan seluruh resleting tertutup sempurna dan perlengkapan berharga tersimpan dengan aman sebelum meninggalkan lokasi.
BACA JUGA: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Berada di Hutan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Gunung Rinjani bukan hanya destinasi wisata alam, tetapi juga rumah bagi berbagai satwa liar yang hidup di dalam kawasan konservasi.
Karena itu, setiap pendaki memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan ekosistem dengan menerapkan prinsip Leave No Trace dan etika pendakian yang bertanggung jawab.
Meninggalkan tenda tanpa pengawasan mungkin terlihat sepele, namun dampaknya bisa besar bagi keselamatan barang bawaan maupun kelestarian satwa liar.
Saat mendaki, tujuan utama bukan hanya mencapai puncak atau menikmati panorama alam, tetapi juga menghormati lingkungan dan seluruh kehidupan yang ada di dalamnya.
Dengan bersikap bijak selama berada di Gunung Rinjani, pendaki turut berkontribusi menjaga kelestarian alam agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
(mc/ns)





