
Mounture.com — Saat melakukan pendakian gunung, kebutuhan air minum menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga stamina dan mencegah dehidrasi. Tidak sedikit pendaki yang memilih minum sambil berdiri ketika beristirahat singkat di jalur pendakian karena dianggap lebih praktis.
Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan minum sambil berdiri ternyata tidak dianjurkan bagi kesehatan tubuh?
Meski terlihat sepele, beberapa ahli kesehatan menyebut kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan hingga memengaruhi keseimbangan tubuh. Karena itu, pendaki disarankan minum dalam posisi duduk agar tubuh tetap nyaman dan fit selama perjalanan.
Berikut sejumlah dampak minum sambil berdiri yang perlu diketahui.
1. Bisa Mengganggu Sistem Pencernaan
Saat minum sambil berdiri, air yang masuk ke tubuh mengalir lebih cepat dan menghantam dinding lambung secara tiba-tiba. Kondisi ini dipercaya dapat mengganggu proses pencernaan dan memicu rasa tidak nyaman pada perut.
Minum sambil duduk dianggap membantu tubuh menyerap cairan secara lebih perlahan sehingga sistem pencernaan bekerja lebih optimal.
2. Memicu Gangguan Lambung
Kebiasaan minum sambil berdiri juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan lambung, seperti naiknya asam lambung dan iritasi pada dinding lambung.
Bagi pendaki yang memiliki riwayat maag atau gangguan lambung, posisi duduk saat minum lebih dianjurkan untuk mengurangi tekanan pada lambung.
3. Penyaringan Ginjal Tidak Optimal
Air yang masuk terlalu cepat saat minum berdiri disebut membuat proses penyaringan cairan oleh ginjal menjadi kurang maksimal.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dipercaya dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran kemih dan kandung kemih.
BACA JUGA: 5 Jalur Pendakian Gunung Ciremai, dari Jalur Favorit Pendaki hingga Rute Paling Tenang
4. Berisiko Mengganggu Kesehatan Sendi
Beberapa sumber menyebut kebiasaan minum sambil berdiri dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh yang akhirnya berdampak pada area persendian.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dikaitkan dengan meningkatnya risiko nyeri sendi atau artritis.
5. Bisa Memengaruhi Kesehatan Jantung
Minum sembari berdiri juga disebut dapat memengaruhi kerja saraf kelana atau vagus nerve yang berhubungan dengan berbagai fungsi organ tubuh, termasuk jantung.
Karena itu, menjaga posisi tubuh tetap rileks saat minum dianggap lebih baik untuk menjaga kestabilan tubuh.
6. Mengganggu Keseimbangan Tubuh
Saat tubuh berada dalam posisi berdiri, saraf dan otot bekerja lebih aktif untuk menjaga keseimbangan. Ketika minum dilakukan sambil berdiri, tubuh dinilai kurang rileks sehingga proses distribusi cairan tidak berjalan optimal.
7. Tubuh Tetap Terasa Haus
Pernah merasa masih haus meski sudah minum banyak saat mendaki? Salah satu penyebabnya bisa berasal dari kebiasaan minum sambil berdiri.
Karena cairan masuk terlalu cepat, tubuh dinilai tidak menyerap air secara maksimal sehingga rasa haus lebih cepat muncul kembali.
BACA JUGA: Gunung Semeru Paling Aktif, Ini Daftar Gunung Api dengan Jumlah Letusan Terbanyak di Indonesia
Meski terdengar sederhana, posisi tubuh saat minum ternyata cukup penting untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan selama pendakian.
Minum sambil duduk membantu tubuh lebih rileks sehingga proses penyerapan cairan berjalan lebih baik. Selain itu, tubuh juga menjadi lebih nyaman saat menghadapi perjalanan panjang di gunung.
Karena itu, saat beristirahat di jalur pendakian, ada baiknya meluangkan waktu sejenak untuk duduk dan minum secara perlahan agar kondisi tubuh tetap prima hingga mencapai puncak.
(mc/pd)






