Jangan Diremehkan, Jam Tangan Bisa Jadi Alat Bertahan Hidup Saat Tersesat di Alam Bebas

Ilustrasi penggunaan jam tangan – Foto: Mounture.com/Luchito Sangsoko

Mounture.com — Dalam kondisi tersesat di alam bebas, kemampuan bertahan hidup menjadi hal penting yang harus dimiliki seorang pendaki maupun survivor. Menariknya, ada sejumlah benda sederhana yang ternyata bisa sangat membantu dalam situasi darurat, salah satunya adalah jam tangan.

Tak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, jam tangan juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan survival di alam bebas. Mulai dari menentukan arah, menyalakan api, hingga menjadi alat pemberi sinyal darurat.

Berikut beberapa cara memanfaatkan jam tangan untuk bertahan hidup saat berada di alam bebas.

1. Jam Tangan Bisa Jadi Kompas Sederhana

Jam tangan analog ternyata dapat digunakan sebagai kompas darurat untuk menentukan arah saat tersesat. Namun metode ini hanya efektif dilakukan pada siang hari ketika matahari terlihat jelas.

Cara penggunaannya cukup sederhana. Letakkan jam tangan dalam posisi menghadap ke atas, lalu arahkan jarum penunjuk jam ke arah matahari.

Bagi yang berada di belahan bumi utara, titik tengah antara jarum jam dan angka 12 menunjukkan arah selatan. Sementara di belahan bumi selatan, metode yang sama digunakan, tetapi titik tengah tersebut menunjukkan arah utara.

Teknik ini memang tidak seakurat kompas profesional, tetapi cukup membantu dalam situasi darurat untuk menentukan orientasi arah perjalanan.

BACA JUGA: 5 Keuntungan Menyewa Alat Gunung untuk Pendaki Pemula, Hemat dan Praktis!

2. Membantu Menyalakan Api

Api menjadi salah satu elemen penting untuk bertahan hidup di alam bebas, baik untuk menghangatkan tubuh, memasak, maupun memberi sinyal bantuan.

Beberapa jenis jam tangan diketahui memiliki kaca atau lensa cembung yang bisa dimanfaatkan untuk memfokuskan cahaya matahari.

Caranya, lepaskan atau gunakan bagian kaca jam yang bersih, lalu arahkan pantulan sinar matahari ke material mudah terbakar seperti daun kering atau tinder.

Fokus cahaya matahari tersebut akan menghasilkan panas tinggi yang dapat membantu memicu api. Teknik ini bekerja mirip seperti kaca pembesar saat digunakan di bawah sinar matahari.

3. Menjadi Reflektor Darurat

Bagian belakang jam tangan yang terbuat dari logam mengilap juga dapat digunakan sebagai reflektor darurat. Pantulan cahaya matahari dari permukaan logam bisa membantu menarik perhatian tim pencari, pendaki lain, maupun pesawat yang melintas.

Agar pantulan lebih maksimal, bersihkan terlebih dahulu bagian belakang jam hingga mengilap. Jika memahami kode Morse, pantulan cahaya tersebut bahkan dapat digunakan untuk mengirim sinyal bantuan dalam kondisi darurat.

BACA JUGA: Sleeping Pad Jadi Andalan Pendaki Modern, Ringan dan Bikin Tidur di Gunung Lebih Nyaman

4. Tali Jam Kulit Bisa Dipakai Mengasah Pisau

Selain bagian utama jam, tali jam berbahan kulit juga memiliki fungsi tambahan saat survival. Tali tersebut dapat digunakan sebagai alat sederhana untuk mengasah pisau agar tetap tajam.

Caranya, kaitkan salah satu ujung tali hingga tertarik kuat, kemudian gesekkan pisau secara perlahan di permukaan kulit seperti teknik stropping. Metode ini biasanya digunakan untuk menjaga ketajaman pisau agar tetap efektif digunakan di alam bebas.

Kondisi darurat di alam bebas sering kali menuntut kreativitas dan kemampuan memanfaatkan barang yang ada di sekitar.

Jam tangan mungkin terlihat sederhana, tetapi dalam situasi survival, benda kecil ini bisa menjadi alat penting untuk membantu bertahan hidup.

Karena itu, memahami teknik dasar survival serta fungsi alternatif dari perlengkapan pribadi menjadi pengetahuan penting bagi para pendaki dan pecinta aktivitas outdoor.

(mc/pd)