Shelter Emergency Gunung Merbabu via Gancik Dirusak Pendaki, Warganet Geram

Shelter Emergency Merbabu Dirusak

Tangkapan Layar Instagram

Mounture.com — Aksi tidak bertanggung jawab kembali terjadi di jalur pendakian gunung. Kali ini, shelter emergency di jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo Gancik dilaporkan mengalami kerusakan akibat ulah oknum pendaki.

Keresahan tersebut diungkap akun Instagram @wahyu.glece melalui unggahan video yang memperlihatkan kondisi shelter emergency dalam keadaan rusak. Pada video itu terlihat bagian pintu shelter mengalami kerusakan diduga akibat dirusak secara sengaja.

Dalam unggahannya, akun tersebut juga menyampaikan kecaman terhadap pelaku perusakan sekaligus meminta pelaku segera memberikan klarifikasi.

“Yang merasa merusak dan membuang sampah di shelter emergency Merbabu via Gancik tolong segera konfirmasi atau kami kejar dan cari sampai rumah kalian,” tulis akun tersebut.

BACA JUGA: SOP Pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng: Aturan Terbaru yang Wajib Dipatuhi Pendaki

Tak hanya mengalami kerusakan, shelter emergency tersebut juga disebut kerap dijadikan tempat membuang sampah oleh sejumlah pendaki.

Pemilik unggahan menjelaskan bahwa shelter awalnya memang disediakan sebagai tempat darurat bagi pendaki yang membutuhkan perlindungan saat cuaca buruk atau kondisi tertentu di gunung. Shelter itu sebelumnya juga tidak dikunci agar bisa diakses dalam keadaan darurat.

“Saya jelaskan ya teman-teman, itu dari awal dikasih shelter emergency enggak digembok dan untuk emergency pendaki. Tapi sama pendaki malah dibuat tempat sampah. Setelah digembok pintunya malah dirusak,” tulisnya lagi.

BACA JUGA: Viral! Kreator Canro Simarmata Soroti Permintaan Video Gratis oleh Pejabat, Angkat Isu Biaya Produksi Konten

Unggahan tersebut langsung menuai reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan perusakan fasilitas gunung yang seharusnya dijaga bersama.

Shelter emergency sendiri memiliki fungsi penting bagi keselamatan pendaki, terutama saat terjadi cuaca ekstrem, hipotermia, atau kondisi darurat lainnya selama pendakian Gunung Merbabu.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa kesadaran menjaga alam dan fasilitas pendakian masih menjadi tantangan serius di sejumlah gunung Indonesia.

Pendaki diharapkan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga bertanggung jawab menjaga fasilitas dan kebersihan kawasan pendakian.

(mc/ls)