Bukan Selalu Mistis, Ini Penjelasan Medis Mengapa Tubuh Bisa Merinding saat Mendaki Gunung

Camping Chair

Mounture.com — Merasakan tubuh merinding saat melakukan petualangan di alam bebas, seperti ketika mendaki gunung, sering kali dikaitkan dengan hal-hal mistis. Banyak pendaki menganggap bulu kuduk berdiri sebagai tanda adanya sesuatu yang tidak terlihat di sekitar mereka.

Namun dalam dunia kesehatan, fenomena merinding sebenarnya memiliki penjelasan ilmiah. Kondisi ini dikenal sebagai refleks pilomotor, yaitu reaksi alami tubuh yang terjadi secara otomatis tanpa bisa kita kendalikan.

Refleks ini biasanya muncul secara tiba-tiba, terutama ketika tubuh merasakan perubahan tertentu seperti rasa takut, dingin, atau emosi yang kuat.

Apa Itu Refleks Pilomotor?

Refleks pilomotor merupakan respons tubuh yang dipicu oleh sistem saraf ketika seseorang mengalami kondisi tertentu, seperti rasa takut atau ancaman. Saat hal ini terjadi, otak akan langsung mengaktifkan mode siaga untuk melindungi tubuh.

Dalam kondisi tersebut, tubuh akan memproduksi hormon adrenalin yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal.

Akibatnya, otot-otot kecil yang terhubung dengan folikel rambut di kulit akan berkontraksi. Kontraksi ini membuat rambut-rambut halus di permukaan kulit, seperti di lengan atau kaki, berdiri tegak. Kondisi inilah yang kemudian dikenal sebagai bulu kuduk berdiri atau merinding.

BACA JUGA: Desa Kanikeh di Pedalaman Seram, Gerbang Pendakian Gunung Binaiya yang Harus Ditempuh 3 Hari Jalan Kaki

Penyebab Tubuh Merinding saat Mendaki

Ada beberapa faktor yang dapat memicu tubuh merinding ketika berada di alam bebas, khususnya saat melakukan aktivitas pendakian gunung. Berikut beberapa penyebabnya:

1. Perubahan Suhu

Di kawasan pegunungan, suhu udara dapat berubah dengan cepat. Hembusan angin dingin atau penurunan suhu yang drastis dapat memicu tubuh merinding sebagai respons alami untuk mempertahankan panas tubuh.

2. Reaksi Emosional

Merinding juga bisa terjadi karena reaksi emosional. Perasaan senang, haru, takut, hingga kaget dapat memicu sistem saraf untuk mengaktifkan refleks pilomotor.

3. Mekanisme Pertahanan Diri

Ketika seseorang merasa sangat takut atau berada dalam situasi yang dianggap berbahaya, otak akan mengirimkan sinyal siaga ke seluruh tubuh. Hal ini membuat tubuh lebih waspada terhadap ancaman, yang salah satunya ditandai dengan munculnya sensasi merinding.

4. Gejala Penyakit

Dalam beberapa kondisi, merinding juga bisa menjadi tanda gangguan kesehatan. Beberapa penyakit seperti influenza, radang paru-paru, atau gangguan pada sistem pencernaan dapat menyebabkan tubuh merinding tanpa sebab yang jelas.

Karena itu, penting bagi para pendaki untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat sebelum melakukan perjalanan ke gunung.

BACA JUGA: Apa yang Harus Dilakukan Jika Tersesat di Gunung? Ini 5 Langkah Penting yang Perlu Diketahui Pendaki

Pentingnya Mengenali Kondisi Tubuh saat Mendaki

Meski sering dianggap sebagai hal mistis, merinding sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh yang memiliki penjelasan ilmiah. Dengan memahami penyebabnya, pendaki dapat lebih bijak dalam menyikapi kondisi tersebut saat berada di alam bebas.

Selain mempersiapkan perlengkapan yang memadai, menjaga kondisi fisik dan kesehatan sebelum mendaki juga menjadi hal yang tidak kalah penting untuk memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman.

(mc/pd)