
Instagram/@munifatul_hanifah
Mounture.com — Gunung Argopuro yang membentang di wilayah Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, hingga Situbondo dikenal sebagai gunung dengan jalur pendakian terpanjang di Pulau Jawa. Pendaki harus menempuh jarak sekitar 43 kilometer untuk mencapai puncaknya.
Dengan ketinggian 3.088 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Argopuro merupakan gunung api yang sudah tidak aktif. Meski demikian, gunung ini menyimpan beragam pesona alam yang menawan, salah satunya Danau Taman Hidup, destinasi favorit para pendaki.
Danau Taman Hidup berada di ketinggian 1.980 mdpl dan termasuk dalam kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang, tepatnya di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Danau ini memiliki luas badan air sekitar 11 hektare, dikelilingi rawa-rawa seluas kurang lebih 4 hektare. Adapun Gunung Argopuro sendiri memiliki dua jalur pendakian resmi, yakni Jalur Baderan di Kecamatan Sumber Malang, Situbondo, dan Jalur Bremi di Kecamatan Krucil, Probolinggo.
Kedua jalur tersebut sama-sama akan membawa pendaki menuju Danau Taman Hidup, yang kerap menjadi lokasi favorit untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan panjang.
BACA JUGA: Mengenal Gunung Bulusaraung: Jalur Pendakian, Pos, dan Daya Tariknya
Di balik keindahannya, Danau Taman Hidup menyimpan kisah mistis yang dipercaya masyarakat sekitar. Sosok Dewi Rengganis diyakini sebagai penunggu Danau Taman Hidup sekaligus Gunung Argopuro.
Menurut cerita yang berkembang, danau ini merupakan tempat mandi dan bermain Dewi Rengganis bersama para dayangnya. Oleh karena itu, para pendaki yang berkunjung dihimbau untuk menjaga sikap, tidak berbuat gaduh, serta menghindari perilaku negatif.
Konon, kemarahan Dewi Rengganis ditandai dengan turunnya hujan secara tiba-tiba, munculnya kabut tebal, hingga kabut putih pekat yang menutupi dermaga kecil di Danau Taman Hidup, membuat danau tersebut tak terlihat dari kejauhan.
Tak heran jika suasana di sekitar Danau Taman Hidup terasa sangat sunyi dan tenang. Hampir tidak ada pendaki yang berani berbicara keras di kawasan ini.
Bagi mereka yang pernah berkunjung, keheningan dan ketenangan Danau Taman Hidup sering kali meninggalkan kesan mendalam dan rasa rindu untuk kembali.
Terlepas dari kisah mistis yang dipercaya atau tidak, sebagai tamu di alam, setiap pendaki diimbau untuk menjaga etika, kesopanan, dan kelestarian lingkungan. Gunung bukan tempat sampah, sehingga setiap pendaki wajib membawa kembali sampah turun.
(mc/pd)






