Jalur Pendakian Gunung Gede–Pangrango Masih Ditutup Total, Pendaki Ilegal Terancam Sanksi Berat

Pendakian Gede Pangrango

(Foto: dok. Trubus.id)

Mounture.com — Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) kembali menegaskan bahwa seluruh jalur pendakian Gunung Gede–Pangrango masih ditutup total hingga waktu yang belum ditentukan. Kebijakan ini diberlakukan demi menjaga keselamatan pengunjung sekaligus melindungi kawasan konservasi.

Penutupan tersebut juga diiringi dengan pengawasan ketat di lapangan. Sebanyak 25 petugas TNGGP disiagakan di sejumlah titik rawan untuk mencegah pendakian ilegal yang masih kerap terjadi meskipun larangan telah diumumkan secara resmi.

Juru Bicara TNGGP, Agus Deni, menegaskan hingga saat ini belum ada kepastian terkait jadwal pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Gede–Pangrango.

“Pendakian masih ditutup sampai ada pengumuman resmi. Kami mengimbau masyarakat dan komunitas pendaki agar bersabar dan tidak memaksakan diri. Setiap pelanggaran akan dikenakan sanksi tegas,” ujarnya.

BACA JUGA: Pendakian Gunung Kerinci Ditutup Mulai 6 Januari 2026, Ini Penjelasan Resmi BBTNKS

Agus menjelaskan, pendaki yang nekat masuk kawasan TNGGP tanpa izin resmi akan dikenakan sanksi berat. Sanksi tersebut mencakup denda sebesar lima kali tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta masuk daftar hitam (blacklist).

Pendaki yang diblacklist akan dilarang melakukan aktivitas pendakian di seluruh taman nasional di Indonesia dalam jangka waktu tertentu, sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan.

Ketentuan sanksi ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2024 tentang Tarif PNBP di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pihak TNGGP kembali mengimbau para pendaki, wisatawan, serta komunitas pecinta alam untuk mematuhi aturan penutupan dan menunggu pengumuman resmi dari pengelola taman nasional.

“Keselamatan pengunjung dan kelestarian ekosistem menjadi prioritas utama. Penutupan ini bukan untuk membatasi, melainkan untuk mencegah risiko dan menjaga kawasan agar tetap lestari,” tegas Agus.

TNGGP memastikan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru terkait status jalur pendakian melalui kanal informasi resmi.

(mc/ril)