0

Turun dari Puncak Mahameru, Perhatikan Hal Ini

  • 1 September 2019 07:47

(Mounture.com) — Gunung Semeru yang terletak di Lumajang, Jawa Timur merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. Gunung ini pun menjadi destinasi favorit bagi para pendaki, terlebih dengan keindahan Danau Ranukumbolo serta keberadaan Tanjakan Cinta.

Selain itu puncak Gunung Semeru, yang disebut puncak Mahameru juga menjadi destinasi tujuan utama ketika mendaki ke gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini.

Kendati pihak Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTNBTS) tidak membolehkan pendaki untuk menggapai puncak Mahameru. Namun, dalam praktiknya masih banyak pendaki yang melakukan pendakian hingga ke puncak Mahameru. Pasalnya, puncak Mahameru yang masih aktif sangat membahayakan pendaki, selain itu, jalan turun dari puncak Mahameru pun banyak menelan korban.

Kebanyakan korban masuk ke area yang diberi nama Blank 75, karena tidak sengaja berbelok arah ke kanan akibat lari dari atas dan masuk ke dalam zona tersebut. Perhatikan jalur yang dilewati dan menjelang area Kelik, jangan mengambil jalur terlalu ke kanan, sebab blank 75 adalah akumulasi kesalahan pendaki dari salahnya memilih jalur ketika turun.

Berikut ini tips untuk turun dari puncak Mahameru agar terhindar dari tersesat di jalur yang salah.

1. Perhatikan bekas jejak kaki di pasir

2. Sebagai tanda alamnya kalian bisa perhatikan pepohonan yang berada di Kelik

3. Bisa juga memperhatikan gunung Kepolo yang sangat terlihat di depan mata ketika turun. Itu bisa kalian jadikan sebagai kompas alam.

4. Sejak 2015, pihak taman nasional dan relawan juga sudah memasang sebuah kain di pohon terakhir yang ada di batas vegetasi. Hal itu dapat pula kalian jadikan patokan.

5. Selalu usahakan untuk selalu jalan berdampingan. Akan lebih bagus jika dengan teman seperjalanan, namun jika dengan orang lain juga tidak masalah. Selama bisa saling menjaga.

Adapun beberapa kesalahan terbesar pendaki ketika turun dari puncak gunung Semeru, yaitu terlalu terburu-buru, berjalan sendirian dan kurang fokus. (MC/PC)