Tips Mendaki Gunung untuk Kaum Hawa

Ilustrasi pendaki wanita (dok. Eiger)

Mounture.com — Saat ini kehadiran kaum hawa di kegiatan mendaki gunung sudah bukan hal yang tabu lagi, sebab kaum perempuan belakangan ini banyak meramaikan jalur-jalur pendakian yang dulunya lebih banyak dilakoni oleh kaum pria.

Nah, buat kalian yang baru akan memulai hobi mendaki gunung. Berikut ini beberapa tips mendaki gunung untuk kaum hawa yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Siapkan diri dengan olahraga secara teratur

Kegiatan mendaki gunung bukanlah aktivitas yang mudah, dibutuhkan fisik dan mental yang kuat untuk melakukan kegiatan itu. Setiap calon pendaki diwajibkan untuk berolahraga secara teratur, minimal satu minggu sebelum pendakian.

Guna melakukan olahraga sebelum pendakian adalah untuk membantu melatih pernapasan agar bisa beradaptasi dengan minimnya kadar oksigen di puncak gunung. Selain itu olahraga seperti lari, berenang atau olahraga ringan juga bisa membuat otot-otot menjadi tidak kaku.

2. Pahami siklus menstruasi

Untuk para perempuan yang ingin mendaki ke gunung, sebaiknya mengetahui siklus datang bulan atau menstruasi. Sebab mendaki di saat sedang datang bulan tentu cukup mengganggu. Selain sering terasa nyeri di bagian perut bawah, kalian juga pasti merasa kurang nyaman. Apalagi pendakian adalah kegiatan yang bisa memakan waktu berhari-hari.

Mitos yang beredar juga melarang perempuan yang sedang menstruasi untuk mendaki gunung. Entah bagaimana kamu menyikapi mitos tersebut, tapi yang pasti mendaki saat menstruasi adalah hal yang harus dipertimbangkan.

3. Cari rekan sesama pendaki perempuan

Sebelum benar-benar memastikan akan melakukan pendakian ke gunung, sebaiknya kalian mencari rekan pendaki perempuan untuk bareng mendaki gunung. Mengajak rekan pendaki perempuan gunanya adalah untuk dapat saling menjaga, berbagi atau hal lainnya yang tidak bisa digantikan oleh pendaki pria.

4. Persiapkan peralatan dan perlengkapan yang memadai

Peralatan dan perlengkapan memadai dibutuhkan untuk melakukan pendakian demi mencegah hal-hal yang tidak dibutuhkan. Jika diperlukan kalian bisa menanyakan peralatan apa saja yang harus dibawa oleh kalian kepada tim pendakian kalian.

Biasanya pendaki-pendaki pria telah menyiapkan keperluan alat dan perlengkapan untuk pendaki perempuan. Namun tak ada salahnya kalian juga mempersiapkannya sendiri.

5. Selalu sedia pembalut

Mesti tidak dalam masa siklus menstruasi, namun kalian harus tetap membawa pembalut dalam perbekalan ketika mendaki ke gunung, karena bisa saja menstruasi datang saat kalian sedang berada di perjalanan. Jangan lupakan juga untuk membawa obat pereda nyeri haid, kantong plastik hitam di dalam tas kalian ya. Perlu diingat, jangan sampai meninggalkan sampah di gunung.

6. Jangan malu minta istirahat

Jika mulai merasakan lelah di tengah pendakian, jangan malu untuk meminta waktu beristirahat kepada tim pendakian. Mungkin kalian akan merasa merepotkan atau dianggap lemah oleh teman-teman pendakian kalian, namun perlu diketahui teman-teman pendakian kalian pasti akan mengerti dan memahami hal itu.

Jadi jangan sungkan meminta istirahat ketika di perjalanan ya. Ketika beristirahat, manfaatkan waktu kalian untuk makan dan minum perbekalan yang telah kalian bawa. (MC/PC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.