Pendaki Wajib Tahu, Begini Cara Aman Turun Gunung Tanpa Tersesat

Turun Gunung

Mounture.com — Tersesat menjadi salah satu risiko yang paling ditakuti para pendaki gunung. Menariknya, banyak kasus tersesat justru terjadi ketika pendaki mulai menuruni gunung setelah mencapai puncak.

Kondisi tersebut kerap terjadi karena pendaki terlalu fokus mengejar puncak dan kurang mempersiapkan perjalanan kembali ke basecamp. Padahal, jalur turun memiliki tantangan tersendiri, terutama ketika kondisi fisik mulai lelah dan konsentrasi menurun.

Karena itu, pendaki perlu tetap waspada dan tidak menganggap perjalanan turun sebagai bagian yang mudah. Berikut sejumlah tips agar terhindar dari risiko tersesat saat turun gunung.

1. Bawa Kompas dan Ingat Arah Saat Mendaki

Kompas tetap menjadi salah satu perlengkapan penting ketika mendaki gunung. Saat perjalanan naik, perhatikan arah yang dilalui dan gunakan sebagai acuan ketika turun.

Memahami arah perjalanan akan membantu pendaki mengenali jalur ketika kondisi lingkungan terlihat berbeda saat perjalanan kembali.

2. Gunakan Peta atau GPS hingga Perjalanan Pulang

Peta dan GPS jangan hanya digunakan untuk mengetahui posisi menuju puncak. Perangkat navigasi tersebut juga penting digunakan ketika turun gunung hingga mencapai basecamp. Sebelum meninggalkan puncak, pastikan kembali arah jalur turun dan posisi yang akan dituju.

3. Kenali Tanda Jalur dan Lingkungan Sekitar

Saat mendaki, jangan hanya fokus melihat puncak. Perhatikan pula kondisi jalur, percabangan, bentuk pepohonan, batu, tanjakan, hingga tanda-tanda lain yang bisa menjadi penanda perjalanan.

Jika memungkinkan, dokumentasikan beberapa bagian jalur menggunakan kamera atau ponsel. Foto tersebut dapat menjadi referensi ketika melewati lokasi yang sama saat turun.

BACA JUGA: Jangan Asal Simpan, Begini Cara Merawat Tenda agar Tahan Lama

4. Sisakan Makanan dan Minuman untuk Perjalanan Turun

Kesalahan yang sering dilakukan pendaki adalah menghabiskan sebagian besar makanan dan minuman ketika perjalanan menuju puncak. Padahal, perjalanan turun juga membutuhkan energi. Pastikan persediaan makanan dan air tetap mencukupi hingga tiba di basecamp.

5. Jika Memungkinkan, Bersama Orang yang Mengenal Medan

Jalur gunung tidak selalu sesederhana yang terlihat. Dalam satu kawasan bisa terdapat banyak jalur bercabang yang dibuat pendaki, pemburu, pencari tanaman obat, hingga jalur yang terbentuk akibat aktivitas satwa.

Pendaki yang belum mengenal medan sebaiknya tidak hanya mengandalkan perkiraan. Bergabung dengan orang yang memahami karakter jalur dapat membantu mengurangi risiko salah arah.

6. Pelajari Kondisi Gunung Sebelum Mendaki

Sebelum melakukan pendakian, kenali terlebih dahulu karakteristik gunung dan jalur yang akan dilalui. Informasi mengenai medan, percabangan, titik rawan, serta kondisi tertentu di sepanjang jalur penting diketahui sejak awal. Dengan begitu, pendaki memiliki gambaran mengenai situasi yang mungkin dihadapi ketika turun.

7. Naik dan Turun Bersama Tim

Jika mendaki bersama tim, usahakan tetap berjalan bersama, terutama ketika menuruni gunung. Jangan menganggap sepele keputusan untuk meninggalkan anggota tim karena ingin berjalan lebih cepat atau beristirahat terlalu lama. Komunikasi dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan selama perjalanan.

BACA JUGA: Berapa Biaya Tiket Mendaki Gunung Rinjani? Ini Daftar Lengkapnya

8. Hindari Turun Saat Malam untuk Pendaki yang Belum Mengenal Jalur

Turun gunung dalam kondisi gelap meningkatkan risiko salah mengambil jalur, terutama bagi pendaki yang baru pertama kali melewati gunung tersebut.

Jika kondisi memungkinkan, usahakan perjalanan turun dilakukan sebelum malam. Namun, apabila harus berjalan malam, pastikan perlengkapan penerangan dan navigasi sudah siap serta perjalanan dilakukan secara bersama-sama.

9. Jangan Memaksakan Turun Saat Kondisi Fisik Sangat Lelah

Rasa lelah setelah mencapai puncak dapat membuat konsentrasi dan kemampuan mengambil keputusan menurun. Jika kondisi fisik benar-benar tidak memungkinkan, jangan memaksakan perjalanan. Beristirahat dan memulihkan tenaga bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

Perjalanan turun memang tidak selalu terasa seberat ketika mendaki, tetapi risiko kecelakaan tetap besar. Kaki yang sudah kelelahan juga lebih rentan mengalami cedera ketika harus terus berjalan menuruni medan yang terjal.

10. Jangan Terburu-buru Berpindah Jalur

Ketika merasa salah jalan, jangan langsung mengambil jalur lain tanpa memastikan arah.

Perhatikan kembali tanda-tanda di sekitar dan cocokkan dengan peta, GPS, atau informasi jalur yang dimiliki. Jika memang salah arah, lebih baik kembali ke titik terakhir yang diyakini benar daripada terus berjalan mengikuti jalur yang belum diketahui.

Kebanyakan pendaki yang menyadari telah salah jalan justru enggan kembali naik karena merasa sudah terlalu jauh. Padahal, memaksakan diri melanjutkan perjalanan tanpa kepastian arah dapat membuat posisi semakin jauh dari jalur sebenarnya.

(mc/ns)