Mendaki Gunung saat Puasa? Ini 5 Tips Biar Tetap Kuat dan Puasa Lancar

 

Mounture.com — Bulan Ramadan identik dengan ibadah dan menahan diri, tapi bukan berarti aktivitas outdoor harus berhenti total. Memang, beberapa gunung di Indonesia biasanya melakukan penutupan jalur saat Ramadan. Namun, masih ada juga gunung yang tetap membuka kegiatan pendakian.

Menariknya, suasana pendakian saat bulan puasa justru terasa berbeda. Jalur relatif lebih sepi, basecamp tidak terlalu ramai, dan perjalanan terasa lebih tenang. Buat sebagian pendaki, sensasi ini justru jadi pengalaman yang lebih khusyuk dan menantang.

Tertarik mencoba mendaki gunung saat puasa? Supaya ibadah tetap lancar dan fisik tetap aman, simak tips santai berikut ini.

1. Niat Kuat, Mental Harus Siap

Hal pertama dan paling penting adalah niat. Mendaki saat puasa jelas berbeda dengan hari biasa. Energi lebih terbatas, tidak bisa minum sembarangan, dan tubuh harus benar-benar dijaga.

Kalau niat sudah kuat untuk tetap berpuasa, perjalanan akan terasa lebih ringan. Jangan lupa berdoa sebelum berangkat agar perjalanan aman dan ibadah tetap terjaga.

2. Pilih Gunung dengan Jalur Ramah Pendaki

Saat Ramadan, sebaiknya hindari gunung dengan jalur ekstrem atau elevasi terlalu tinggi. Pilih gunung yang kontur jalurnya relatif landai, waktu tempuh tidak terlalu lama, dan tidak membutuhkan tenaga ekstra berlebihan. Strategi ini penting supaya energi tidak terkuras habis sebelum waktu berbuka.

BACA JUGA: 5 Tips Memotret di Gunung Agar Hasil Foto Lebih Dramatis dan Instagramable

3. Bawa Logistik Ringan Tapi Bergizi

Karena tubuh sedang berpuasa, pemilihan logistik jadi kunci. Bawa makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks (untuk energi tahan lama), protein (untuk menjaga daya tahan tubuh), serta kurma dan madu (praktis untuk berbuka).

Kurangi barang yang tidak terlalu penting. Kalau biasanya membawa kamera besar, mungkin kali ini cukup andalkan smartphone saja supaya carrier tetap ringan. Ingat, semakin ringan beban, semakin hemat tenaga.

4. Atur Waktu Pendakian dengan Cerdas

Salah satu trik paling efektif adalah memilih waktu pendakian yang tepat. Banyak pendaki memilih start sore hari menjelang malam, atau summit attack dini hari.

Keuntungannya? Suhu lebih dingin, tidak terpapar panas matahari, dan saat malam hari Anda bisa minum serta makan dengan lebih leluasa setelah berbuka. Strategi waktu ini penting agar pendakian saat Ramadan tetap nyaman.

5. Jangan Lupa Multivitamin

Selain asupan sahur yang cukup, tambahkan multivitamin untuk menjaga stamina. Vitamin C, madu, atau suplemen daya tahan tubuh bisa membantu menjaga kondisi tetap prima selama perjalanan. Tubuh yang fit bikin ibadah dan pendakian sama-sama maksimal.

(mc/ns)