Jangan Diurut! Ini Cara Benar Mengatasi Kaki Terkilir Saat Mendaki Gunung Menurut Dokter

Ilustrasi terkilir – Foto: Shutterstock/Pressmaster

Mounture.com — Mendaki gunung merupakan aktivitas yang menyenangkan sekaligus menantang. Namun, di balik keindahan alam yang disuguhkan, pendaki juga harus siap menghadapi berbagai risiko, salah satunya cedera akibat terkilir atau keseleo.

Cedera ini cukup sering dialami pendaki, terutama saat melintasi jalur berbatu, licin, atau menurun. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap kaki terkilir harus langsung diurut. Padahal, cara tersebut justru berpotensi memperparah cedera jika dilakukan tanpa pemeriksaan yang tepat.

Lantas, bagaimana cara memberikan pertolongan pertama saat mengalami terkilir di gunung?

Kenali Tanda-Tanda Terkilir

Terkilir atau keseleo biasanya terjadi akibat peregangan atau robekan pada ligamen, yaitu jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang.

Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:

– Bengkak pada area yang cedera.
– Nyeri saat digerakkan atau dipijak.
– Memar di sekitar sendi.
– Sulit menggerakkan bagian tubuh yang cedera.

Jika tidak ditangani dengan benar, cedera ringan bisa berkembang menjadi lebih serius dan memperpanjang proses pemulihan.

BACA JUGA: Road Trip Jalur Selatan Jawa: 7 Pantai Indah yang Wajib Masuk Itinerary Liburan

Jangan Langsung Diurut

Spesialis Kedokteran Olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Sophie B. Hage, menjelaskan bahwa penanganan awal cedera terkilir sebaiknya menggunakan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation).

Metode ini merupakan pertolongan pertama yang efektif untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan pada cedera jaringan lunak.

1. Rest (Istirahatkan Bagian yang Cedera)

Langkah pertama adalah menghentikan aktivitas dan mengistirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera. Mengurangi beban pada area yang terkilir dapat mencegah cedera bertambah parah sekaligus membantu proses penyembuhan lebih cepat.

Idealnya, istirahat dilakukan sesegera mungkin setelah cedera terjadi hingga rasa nyeri mulai berkurang.

2. Ice (Kompres dengan Es)

Kompres dingin membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri.

Caranya:

– Masukkan es batu ke dalam plastik.
– Bungkus dengan handuk atau kain bersih.
– Tempelkan pada area yang cedera.

Hindari menempelkan es langsung ke kulit karena dapat menyebabkan iritasi atau cedera dingin.

3. Compression (Balut dengan Perban Elastis)

Gunakan perban elastis untuk membalut area yang cedera agar pembengkakan tidak semakin besar.

Pastikan balutan cukup kuat untuk menopang sendi, tetapi jangan terlalu kencang. Balutan yang terlalu ketat dapat mengganggu aliran darah dan menimbulkan kesemutan, mati rasa, atau rasa nyeri yang semakin hebat.

4. Elevation (Posisikan Lebih Tinggi)

Posisikan bagian tubuh yang cedera lebih tinggi dari posisi jantung, misalnya dengan meletakkan kaki di atas tas carrier atau matras saat beristirahat.

Cara ini membantu mengurangi pembengkakan dengan memperlancar aliran darah dan cairan dari area cedera kembali ke jantung.

BACA JUGA: Gunung Bismo via Sikunang: Rute Termudah ke Puncak dengan Panorama Sindoro dan Sumbing

Cedera Apa Saja yang Bisa Ditangani dengan Metode RICE?

Metode RICE direkomendasikan untuk cedera jaringan lunak dengan tingkat ringan hingga sedang, seperti:

– Terkilir atau keseleo.
– Memar.
– Cedera otot ringan.
– Cedera akibat terjatuh.
– Cedera karena gerakan memutar secara tiba-tiba.
– Cedera akibat mengangkat beban dengan posisi yang salah.

Jika nyeri sangat hebat, pembengkakan terus bertambah, terdengar bunyi patah saat cedera, atau bagian tubuh tidak bisa digerakkan maupun menahan beban, segera cari bantuan medis karena bisa saja terjadi patah tulang atau robekan ligamen yang lebih serius.

Keselamatan Pendakian Dimulai dari Penanganan yang Tepat

Cedera ringan saat mendaki memang bisa terjadi kapan saja. Namun, mengetahui cara mengatasi kaki terkilir dengan metode RICE dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih parah sebelum mendapatkan penanganan medis.

Karena itu, setiap pendaki disarankan membawa perlengkapan P3K, termasuk perban elastis dan kompres dingin instan, serta memahami teknik pertolongan pertama. Pengetahuan sederhana ini dapat menjadi bekal penting untuk menjaga keselamatan selama berada di alam bebas.

(mc/pd)