0

Ini Cara Hindari Sambaran Petir di Gunung

(Mounture.com) — Musim hujan mulai datang, bagi kalian yang hobi beraktivitas di luar ruang (outdoor) khususnya mendaki gunung ada baiknya mempersiapkan segala hal dengan matang untuk menghadapi risiko yang ada saat melakukan pendakian.

Adapun salah satu risiko yang akan dihadapi pendaki gunung saat musim hujan adalah sambaran petir. Sambaran petir bisa menjadi momok dalam sebuah pendakian, pasalnya pendaki gunung berada di luar ruang yang luas dan berada di ketinggian di mana tidak banyak tempat perlindungan ketika melakukan pendakian.

Meskipun demikian, ada beberapa cara untuk mencegah atau mengurangi risiko terkena sambaran petir saat pendakian. Berikut ini cara mencegah atau mengurangi terkena sambaran petir di gunung seperti dirangkum dari berbagai sumber.

1. Jangan berada di area padang rumput yang luas, puncak atau punggungan gunung yang terbuka saat terjadi petir. Jika sudah berada di posisi tersebut, disarankan untuk segera turun dan mencari tempat perlindungan seperti lembah, mencari shelter atau pos ataupun mencari area yang lebih rendah.

2. Ketika melihat tanda-tanda akan terjadi badai yang disertai petir, segera matikan perangkat elektronik, pasalnya alat-alat tersebut berpotensi untuk memancarkan gelombang dan memantulkan radiasi elektromagnetik yang berakibat petir akan menyambar gelombang-gelombang tersebut.

3. Jangan berlindung di pepohonan, terlebih pohon yang tinggi dan berdiri sendiri. Selain itu, hindari juga sumber air.

4. Jangan gunakan peralatan yang mudah menghantarkan listrik atau menangkap petir, seperti payung.

5. Gunakan selalu alas kaki, dan sebisa mungkin tubuh jangan bersentuhan langsung dengan tanah.

6. Saat dalam kondisi trekking kelompok, biasakan menjaga jarak. Hal ini untuk mencegah jika suatu kondisi terburuk salah satu rekan tersambar petir maka yang lain tidak akan ikut tersambar.

7. Ketika rambut tiba-tiba seperti berdiri, bisa jadi petir hampir menyambar. Usaha terakhir saat keadaan darurat jika berada di tempat terbuka, yaitu dengan posisi jongkok, kemudian kaki jinjit, lalu tumit bertemu tumit, selanjutnya kepala ditundukan dan tutup telinga untuk meminimalisir gangguan pendengaran. Setelah dirasa cukup aman lalu pergilah ke tempat yang lebih aman.

8. Selalu berdoa dalam setiap kegiatan di luar ruang.

Kendati demikian, ada cara yang paling tepat untuk mencegah atau meminimalisir risiko tersebut, yaitu mencari waktu yang aman untuk melakukan aktivitas pendakian seperti saat musim kemarau, untuk lebih mencegah risiko-risiko yang ada. (MC/PC)

Foto: dok. Pixabay