0

Gunakan Metode Ini saat Terkilir

Ilustrasi terkilir (Shutterstock/Pressmaster)

Mounture.com — Melakukan aktivitas mendaki gunung memang memiliki banyak risiko, salah satunya cedera. Adapun cedera yang seringkali dihadapi pendaki ialah memar karena terkilir.

Memar atau terkilir ditandai dengan pembengkakan di bagian yang cedera. Pembengkakan itu merupakan gejala dari penyumbatan aliran darah yang dikategorikan mulai dari ringan hingga akut. Namun semua penanganannya pun hampir sama dan harus tepat.

Ketika terkilir, orang beranggapan bahwa cara pengobatannya hanya dengan diurut saja. Namun, ternyata anggapan itu salah.

Spesialis Olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Sophie B. Hage, mengatakan saat orang mengalami terkilir maka ada metode sederhana yang dapat dilakukan untuk menanganinya, yaitu, dengan metode R.I.C.E (Rest, Ice, Compression, Elevation).

Metode Rest, yaitu dengan mengistirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera. Gunanya, untuk mencegah cedera lebih lanjut dan mempercepat proses penyembuhan. Lakukan pengistirahatan bagian tubuh secepatnya setelah kejadian selama 15 menit atau hingga rasa nyeri menghilang.

Kemudian metode Ice, yaitu lakukan pengompresan menggunakan es batu yang dimasukkan ke dalam plastik, kemudian dibungkus dengan handuk. Tempelkan pada bagian yang cedera, cara ini untuk membatasi pembengkakan dan mengurangi nyeri.

Lalu metode Compression, melakukan pembalutan pada lokasi cedera. Caranya, siapkan perban elastis, kemudian lilitan pada bagian yang cedera. Jangan terlalu ketat karena bisa menimbulkan rasa baal atau mati rasa, kesemutan, dan meningkatkan rasa nyeri. Biarkan bagian yang cedera dikompres hingga 24 jam atau sampai nyeri menghilang.

Selanjutnya metode Elevation, yaitu dengan meninggikan posisi bagian tubuh yang cedera hingga lebih tinggi daripada posisi jantung. Cara ini untuk mendorong cairan cepat keluar dari daerah yang membengkak dan membantu pembuluh darah vena mengembalikan darah dari area cedera ke jantung sehingga mencegah terjadinya penggumpalan darah di area cedera.

Kendati demikian, penggunaan metode ini hanya efektif untuk menyembuhkan cedera yang bersifat ringan hingga sedang. Medtode ini direkomendasikan jika seseorang mengalami keseleo, terkilir, memar, dan cedera lainnya pada jaringan halus.

Adapun cedera yang dapat diaplikasikan dengan metode ini biasanya disebabkan oleh terjatuh, gerakan yang tidak lazim, cara mengangkat benda berat yang salah, atau gerakan memutar secara tiba-tiba. (MC/PC)