
Landscape Summit Gunung Rinjani – Foto: Kemenparekraf
Mounture.com — Pendakian gunung bukan hanya soal mencapai puncak, tetapi juga tentang keselamatan dan kesiapan diri. Jalur menuju puncak atau summit dikenal sebagai bagian paling menantang dalam pendakian karena memiliki kontur yang lebih ekstrem, medan terjal, suhu dingin, serta risiko kelelahan tinggi. Oleh karena itu, diperlukan persiapan yang matang sebelum melakukan summit attack.
Pemilihan waktu menuju puncak juga harus disesuaikan dengan rencana pendakian, kondisi cuaca, serta karakteristik gunung yang didaki. Berikut ini sejumlah tips penting yang wajib diperhatikan agar perjalanan menuju puncak berjalan aman dan lancar.
1. Persiapkan Fisik dan Mental
Perjalanan menuju puncak sangat menguras tenaga. Pastikan kondisi fisik, mental, dan kepercayaan diri benar-benar siap. Selain itu, lakukan aklimatisasi di sekitar area camp untuk menyesuaikan tubuh dengan suhu dingin dan ketinggian, sehingga terhindar dari gangguan kesehatan akibat perubahan ekstrem.
2. Bawa Peralatan Summit yang Tepat
Gunakan perlengkapan yang menunjang aktivitas summit seperti jaket gunung, daypack, trekking pole, headlamp, buff, dan jas hujan. Tidak perlu membawa seluruh perlengkapan pendakian karena akan menambah beban. Pastikan peralatan yang dibawa sesuai dengan karakteristik gunung yang didaki.
3. Biasakan Makan Sebelum Summit
Perut kosong saat summit dapat meningkatkan risiko hipotermia, terutama saat terpapar udara dingin gunung. Oleh karena itu, wajib makan terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan menuju puncak agar tubuh memiliki cukup energi dan panas.
4. Bawa Makanan dan Minuman Secukupnya
Bekali diri dengan makanan dan minuman berenergi seperti roti, cokelat, madu, kue, air mineral, atau minuman energi. Bawa secukupnya agar tidak membebani perjalanan, namun tetap mampu memenuhi kebutuhan energi selama summit.
BACA JUGA: Panduan Lengkap Registrasi dan Aturan Pendakian Gunung Latimojong
5. Jangan Lupa Perlengkapan P3K
P3K adalah perlengkapan wajib dalam setiap pendakian. Peralatan ini sangat penting untuk pertolongan pertama jika terjadi cedera ringan, kram, atau kondisi darurat lainnya.
6. Jaga Kekompakan dan Saling Mendukung
Jalur menuju puncak bukanlah perjalanan mudah. Oleh karena itu, kekompakan tim, saling memberi dukungan, dan saling menjaga menjadi kunci utama. Pegang teguh prinsip pendakian: “Berangkat bareng, pulang juga bareng.”
7. Bawa Turun Sampah dan Hindari Vandalisme
Selalu terapkan prinsip Leave No Trace. Jangan meninggalkan sampah apa pun dan hindari aksi vandalisme seperti mencoret batu, pohon, atau fasilitas gunung. Menjaga alam adalah tanggung jawab setiap pendaki.
8. Jangan Memaksakan Diri
Jika merasa tubuh tidak kuat, tidak fit, atau mengalami gangguan kesehatan, segera beri tahu tim dan turun ke ketinggian lebih rendah. Jangan memaksakan diri demi puncak. Ingat, puncak hanyalah bonus, sedangkan tujuan utama mendaki gunung adalah pulang dengan selamat.
(mc/sr)






