
Mounture.com — Belakangan ini, istilah pendakian tektok semakin sering terdengar di kalangan pendaki gunung. Gaya naik gunung ini dianggap praktis, cepat, dan cocok untuk mereka yang punya waktu terbatas, tapi tetap ingin menikmati suasana alam.
Lalu, apa sebenarnya pendakian tektok?
Secara sederhana, pendakian tektok adalah aktivitas naik gunung yang dilakukan dalam waktu singkat, biasanya naik dan turun di hari yang sama tanpa bermalam (camping). Pendaki berangkat dini hari atau bahkan tengah malam, mencapai puncak, lalu langsung turun kembali.
Konsep ini mulai populer di berbagai gunung di Indonesia, terutama yang memiliki jalur relatif pendek hingga menengah, seperti Gunung Papandayan, Gunung Andong, hingga Gunung Prau.
BACA JUGA: Manfaat Menggunakan Hammock saat Petualangan Alam, Nyaman dan Praktis!
Lalu, apa yang membuat pendakian tektok cukup diminati? Ada beberapa alasan kenapa tren ini makin digemari:
1. Hemat Waktu
Cocok untuk pekerja atau mahasiswa yang hanya punya waktu libur singkat, seperti akhir pekan.
2. Lebih Ringan
Tanpa perlengkapan camping seperti tenda, kompor, atau logistik berlebih, beban carrier jadi jauh lebih ringan.
3. Lebih Simpel
Perencanaan lebih mudah karena tidak perlu memikirkan logistik menginap.
Namun, di balik kepraktisannya, tektok bukan berarti tanpa risiko.
BACA JUGA: Syarat Pendakian Gunung Semeru 2026: Booking Online, Kuota Terbatas, Wajib Ikuti SOP
Kendati demikian pendakian tektok justru menuntut fisik dan manajemen waktu yang lebih matang. Beberapa risiko yang sering terjadi antara lain:
– Kelelahan ekstrem karena durasi jalan yang panjang tanpa jeda istirahat optimal
– Dehidrasi akibat kurangnya manajemen air
– Hipotermia jika salah perhitungan waktu dan cuaca
– Tersesat karena terburu-buru atau kurang fokus
Terlebih jika dilakukan di gunung dengan trek panjang seperti Gunung Semeru, tektok bisa menjadi keputusan yang berisiko tinggi jika tanpa persiapan.
Agar tetap aman dan nyaman, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
1. Pilih Gunung yang Sesuai
Utamakan gunung dengan jalur jelas dan durasi tempuh yang realistis untuk tektok.
2. Mulai Lebih Awal
Berangkat dini hari untuk menghindari turun malam.
3. Jaga Ritme dan Energi
Tidak perlu terburu-buru. Atur pace agar tidak kelelahan di tengah perjalanan.
4. Bawa Perlengkapan Wajib
Meski tanpa camping, tetap bawa jaket hangat, jas hujan, logistik cukup, dan P3K.
5. Jangan Sendirian
Minimal mendaki bersama teman untuk mengantisipasi kondisi darurat.
(mc/pd)





