5 Fakta Menarik tentang Pohon, Bisa Berkomunikasi hingga Bantu Lawan Perubahan Iklim

Pohon - Hutan

Mounture.com — Pohon bukan sekadar bagian dari lanskap alam yang memberikan kesejukan. Di balik rimbunnya dedaunan dan kokohnya batang, pohon menyimpan berbagai fakta menarik, mulai dari kemampuannya berinteraksi melalui sinyal kimia hingga perannya dalam menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer.

Keberadaan pohon juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menyediakan habitat bagi satwa, serta mendukung kehidupan manusia. Namun, tidak semua orang mengetahui berbagai keunikan yang dimiliki tumbuhan berkayu ini.

Dikutip dari informasi Perum Perhutani, berikut lima fakta menarik tentang pohon yang penting untuk diketahui.

1. Pohon Tertinggi di Dunia Mencapai Lebih dari 100 Meter

Pohon tertinggi yang diketahui di dunia bernama Hyperion, yang merupakan jenis coast redwood (Sequoia sempervirens) dan tumbuh di California, Amerika Serikat.

Tinggi Hyperion tercatat sekitar 116 meter. Ukuran tersebut membuatnya menjulang jauh melampaui banyak bangunan dan menjadikannya salah satu keajaiban alam yang luar biasa.

Pohon redwood dikenal memiliki kemampuan tumbuh hingga ketinggian yang sangat besar. Selain faktor genetik, kondisi lingkungan dan ketersediaan air turut mendukung pertumbuhannya.

Keberadaan pohon-pohon raksasa ini juga menunjukkan pentingnya menjaga hutan tua yang menjadi habitat berbagai organisme dan menyimpan karbon dalam jumlah besar.

2. Benih Pohon Pernah Dibawa ke Bulan

Eksplorasi luar angkasa ternyata juga memiliki kaitan dengan dunia tumbuhan. Dalam misi Apollo 14 pada 1971, astronaut Amerika Serikat membawa benih pohon dalam perjalanan ke luar angkasa.

Benih tersebut merupakan bagian dari eksperimen yang melibatkan Forest Service Amerika Serikat. Setelah kembali ke Bumi, benih-benih itu ditumbuhkan untuk mempelajari kemungkinan dampak perjalanan luar angkasa terhadap pertumbuhannya.

Benih tersebut dikenal sebagai Moon Trees atau Pohon Bulan. Sebutan ini digunakan untuk pohon-pohon yang tumbuh dari benih yang dibawa dalam misi luar angkasa tersebut.

Eksperimen ini menjadi salah satu kisah menarik yang menghubungkan eksplorasi antariksa dengan penelitian biologi. Meski demikian, benih tersebut tidak ditanam di Bulan, melainkan dibawa kembali ke Bumi untuk ditumbuhkan.

BACA JUGA: Kuota Pendakian Gunung Merbabu Dipangkas 25 Persen Mulai November 2026

3. Pohon Dapat Saling Mengirim Sinyal

Pohon tidak berkomunikasi menggunakan suara atau bahasa seperti manusia. Namun, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa tumbuhan dapat mengirimkan sinyal melalui senyawa kimia yang dilepaskan ke udara maupun melalui jaringan di dalam tanah.

Sebagai contoh, ketika diserang serangga pemakan daun, sejumlah jenis tumbuhan dapat melepaskan senyawa volatil yang memengaruhi respons tumbuhan lain atau menarik organisme yang menjadi musuh alami hama tersebut.

Fenomena ini kerap disebut sebagai komunikasi kimia antartumbuhan. Pada beberapa jenis pohon, senyawa yang dilepaskan dapat menjadi sinyal peringatan terhadap ancaman tertentu.

Aroma khas yang tercium ketika berada di hutan pinus juga berkaitan dengan senyawa volatil yang dilepaskan pohon. Namun, aroma tersebut tidak selalu berarti pohon sedang memberikan peringatan terhadap serangan hama.

Penelitian mengenai interaksi antartumbuhan masih terus berkembang, termasuk untuk memahami bagaimana sinyal kimia dan jaringan jamur di dalam tanah memengaruhi hubungan antarorganisme di hutan.

4. Brasil Menjadi Rumah bagi Keanekaragaman Pohon yang Tinggi

Brasil merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Negara di Amerika Selatan ini memiliki kawasan hutan tropis yang luas, termasuk sebagian besar wilayah Hutan Amazon.

Kondisi iklim tropis, bentang alam yang beragam, dan luasnya habitat alami mendukung keberadaan berbagai jenis tumbuhan, termasuk pohon.

Brasil juga dikenal memiliki kekayaan spesies pohon yang sangat tinggi. Hutan-hutannya menyediakan habitat bagi berbagai organisme sekaligus berperan dalam siklus air dan penyimpanan karbon.

Kekayaan tersebut membuat perlindungan hutan Brasil menjadi isu penting dalam konservasi global. Deforestasi dan perubahan penggunaan lahan dapat mengancam habitat serta mengurangi kemampuan ekosistem hutan dalam menjalankan fungsi ekologisnya.

5. Pohon Membantu Mengurangi Dampak Perubahan Iklim

Pohon memiliki peran penting dalam menghadapi perubahan iklim karena mampu menyerap karbon dioksida dari atmosfer melalui proses fotosintesis.

Karbon yang diserap kemudian digunakan untuk membentuk jaringan tumbuhan, seperti batang, akar, dan daun. Sebagian karbon juga tersimpan di dalam tanah melalui proses ekologis yang melibatkan akar dan organisme lainnya.

Besarnya karbon yang dapat diserap setiap pohon tidak selalu sama. Faktor usia, jenis pohon, ukuran, kondisi kesehatan, iklim, dan lingkungan tempat tumbuh memengaruhi kemampuan tersebut.

Selain menyerap karbon, pohon menghasilkan oksigen melalui fotosintesis, membantu mengurangi suhu di sekitar kawasan hijau, menjaga tanah dari erosi, serta mendukung ketersediaan habitat bagi satwa.

Meski demikian, penanaman pohon perlu disertai perlindungan hutan yang sudah ada. Menjaga pohon dewasa dan ekosistem hutan tetap utuh merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak perubahan iklim.

BACA JUGA: Jangan Asal Trekking ke Waerebo, Ada Aturan Pakaian dan Batas Waktu

Berbagai fakta tersebut menunjukkan bahwa pohon memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar memberikan keteduhan. Pohon merupakan bagian penting dari sistem kehidupan yang menopang manusia, satwa, dan berbagai organisme lainnya.

Karena itu, menjaga pohon dan kelestarian hutan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti tidak merusak tanaman, mengurangi penggunaan kertas secara berlebihan, serta mendukung upaya pelestarian ruang hijau dan hutan alami.

(mc/mg)