
Mounture.com — OK OCE Indonesia melalui inisiatif Coral Champions secara resmi mendorong gerakan wirausaha lestari berbasis ekonomi hijau dan biru dalam ajang internasional Bali Ocean Days (BOD) 2026 yang digelar pada Februari 2026.
Langkah ini bertujuan membawa UMKM dan komunitas lokal Indonesia ke panggung global dengan mengintegrasikan pelestarian terumbu karang ke dalam model bisnis yang berkelanjutan dan aplikatif.
Inisiatif tersebut dirancang untuk menciptakan lapangan kerja baru yang ramah lingkungan, sekaligus menjaga ekosistem pesisir agar kesejahteraan ekonomi masyarakat dapat tumbuh tanpa merusak lingkungan laut.
Program The Coral Champions diperkenalkan secara resmi dalam forum internasional Bali Ocean Days 2026 yang berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di InterContinental Bali Resort, Jimbaran.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bendahara Umum OK OCE Indonesia, Rully Mardjono, yang juga merupakan Pengajar Sistem Informasi di Universitas Trisakti.
Kehadiran OK OCE Indonesia menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem ekonomi biru berbasis komunitas.
The Coral Champions Indonesia sendiri merupakan kolaborasi multisektoral yang mempertemukan keahlian akademis dari Palumbi Lab, Stanford University.
Kemudian inisiatif global dari The Coral Champions, dan kekuatan komunitas lokal melalui Sekah Ganesha dan OK OCE Indonesia.
Dalam forum tersebut, Rully Mardjono menekankan bahwa OK OCE berperan sebagai support system utama bagi komunitas lokal agar pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan kemandirian ekonomi.
“Fokus kami adalah membangun ekosistem di mana pelestarian lingkungan dan kewirausahaan dapat tumbuh bersama, sehingga komunitas memiliki akses terhadap peluang ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Rully.
BACA JUGA: Transaksi Damri Apps Tumbuh 31 Persen di 2025, Unduhan Tembus Hampir 500 Ribu
Senada dengan hal tersebut, Daniel Griffin, Co-Founder The Coral Champions, menjelaskan bahwa kemajuan teknologi genetika menjadi kunci utama dalam mengubah paradigma konservasi laut.
“Genetika dapat mengubah restorasi menjadi sebuah profesi. Dengan menerjemahkan genetika terumbu karang tingkat lanjut ke dalam praktik lapangan, komunitas kini dapat secara aktif membangun terumbu karang yang tangguh terhadap perubahan iklim (climate-resilient reefs),” ungkap Daniel.
Ia mengibaratkan proses tersebut layaknya seorang petani yang memilih bibit unggul. Dengan kemampuan mengidentifikasi dan menanam karang tahan panas, tingkat keberhasilan restorasi dapat meningkat secara signifikan, serupa dengan pemilihan varietas padi yang tepat sesuai kondisi lahan dan iklim.
Daniel juga menegaskan bahwa Coral Champions Program bersinergi erat bersama OK OCE Indonesia dalam mendorong aspek ekonomi dari kegiatan konservasi.
Melalui kolaborasi ini, OK OCE Indonesia berkomitmen untuk menciptakan:
1. Pelatihan Pengembangan Model Bisnis, guna membuka peluang ekonomi terukur dari kegiatan restorasi laut
2. Pelatihan Berbasis Kompetensi, yang membekali komunitas dengan keahlian teknis restorasi berbasis sains
3. Kemandirian Ekonomi, agar komunitas memiliki sumber pendapatan stabil melalui pengelolaan ekosistem laut yang sehat
Kehadiran OK OCE Indonesia dalam Bali Ocean Days 2026 melalui Coral Champions Program menjadi sinyal kuat bahwa UMKM dan komunitas lokal Indonesia siap memasuki ekonomi global melalui inovasi kewirausahaan hijau dan biru yang berkelanjutan.
(mc/ril)






