
Foto: wonderfulimages.kemenpar.go.id
Mounture.com — Snackpacking menjadi salah satu tren wisata yang sedang naik daun di kalangan Generasi Z. Berbeda dengan konsep liburan yang berfokus pada destinasi wisata populer, snackpacking mengajak wisatawan menjelajahi pasar tradisional untuk berburu jajanan khas daerah sekaligus merasakan kehidupan masyarakat setempat.
Tren ini bukan sekadar berburu makanan murah, tetapi juga menawarkan pengalaman budaya yang autentik. Mulai dari mencicipi kuliner legendaris, berinteraksi langsung dengan pedagang, hingga menikmati suasana pasar yang penuh cerita, semuanya menjadi bagian dari pengalaman yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan modern.
Tak heran jika snackpacking kini mulai menjadi salah satu alternatif wisata yang diminati anak muda, terutama karena ramah di kantong sekaligus menghasilkan konten menarik untuk media sosial.
BACA JUGA: LRT Jabodebek Punya Teknologi Cuci Kereta Canggih, Air Bekas Diolah dan Dipakai Lagi
Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata, dijelaskan bahwa perubahan gaya berwisata membuat banyak anak muda mencari pengalaman yang lebih personal dibanding sekadar mengunjungi tempat wisata terkenal. Ada beberapa alasan mengapa snackpacking berkembang pesat.
1. Pengalaman Wisata yang Lebih Autentik
Pasar tradisional menghadirkan suasana yang apa adanya. Pengunjung dapat melihat aktivitas jual beli secara langsung, mencium aroma makanan khas, hingga berbincang dengan para pedagang yang telah berjualan turun-temurun.
Bagi Gen Z, pengalaman seperti ini terasa lebih berkesan dibanding hanya berfoto di destinasi yang ramai wisatawan.
2. Liburan Hemat
Salah satu daya tarik utama snackpacking adalah biaya yang relatif murah. Dengan anggaran sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000, wisatawan sudah dapat mencicipi berbagai jajanan khas dalam satu pasar.
Konsep ini cocok bagi pelajar, mahasiswa, maupun pekerja muda yang ingin menikmati liburan singkat tanpa mengeluarkan biaya besar.
3. Surga Konten Media Sosial
Aneka jajanan tradisional yang unik, warna-warni pasar, hingga interaksi spontan dengan pedagang menjadi materi menarik untuk dibagikan di TikTok, Instagram, maupun YouTube.
Tak sedikit kreator konten yang kini menjadikan snackpacking sebagai tema perjalanan mereka.
4. Meningkatnya Minat terhadap Kuliner Lokal
Semakin banyak masyarakat yang mulai bangga menikmati makanan tradisional Indonesia. Hal ini membuat pasar tradisional kembali menjadi destinasi wisata yang menarik, terutama bagi wisatawan domestik.
BACA JUGA: Naik DAMRI ke Desa Wisata Penglipuran Kini Makin Mudah, Tarif Mulai Rp5.000
Berikut ini beberapa rekomendasi destinasi snackpacking di Indonesia, antara lain:
1. Pasar 16 Ilir, Palembang
Bagi pecinta kuliner khas Sumatera Selatan, Pasar 16 Ilir menjadi destinasi yang wajib dikunjungi.
Suasana pasar yang berada tidak jauh dari Sungai Musi menghadirkan pengalaman khas Kota Palembang. Lorong-lorong pasar dipenuhi pedagang makanan tradisional, oleh-oleh, hingga kebutuhan sehari-hari.
Beberapa jajanan yang wajib dicoba antara lain pempek kapal selam mini, kue maksuba, lapis kojo, kemplang, kerupuk khas Palembang, tekwan, dan model
Setelah puas berburu jajanan, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menikmati panorama Sungai Musi yang menjadi ikon kota.
2. Pasar Santa, Jakarta
Pasar Santa telah bertransformasi menjadi ruang kreatif yang digemari anak muda Jakarta. Selain berburu makanan, pengunjung juga dapat menemukan berbagai produk lokal, toko vinil, buku bekas, aksesori, hingga karya komunitas kreatif.
Untuk urusan kuliner, Pasar Santa menawarkan berbagai pilihan menarik seperti kopi dari kedai lokal, kue cubit dengan berbagai topping, camilan kekinian, pasta dengan sentuhan cita rasa Indonesia, dan aneka makanan fusion.
Perpaduan suasana pasar tradisional dengan kreativitas anak muda menjadikan Pasar Santa salah satu lokasi snackpacking paling populer di ibu kota.
3. Pasar Terapung Lok Baintan, Banjarmasin
Jika ingin merasakan pengalaman berbeda, Pasar Terapung Lok Baintan di Kalimantan Selatan layak masuk daftar perjalanan.
Di pasar ini, aktivitas jual beli berlangsung di atas sungai menggunakan perahu kecil. Wisatawan dapat menikmati suasana khas masyarakat Banjar sambil mencicipi kuliner tradisional.
Beberapa makanan yang bisa dicoba meliputi kue bingka, lontong Orari, kue apam Barabai, aneka buah segar, dan kue basah khas Banjar. Keunikan transaksi antarpedagang di atas sungai menjadi daya tarik tersendiri yang tidak ditemukan di pasar lainnya.
4. Pasar Ngasem, Yogyakarta
Yogyakarta selalu identik dengan wisata kuliner, dan Pasar Ngasem menjadi salah satu tempat terbaik untuk menikmati jajanan tradisional.
Di pasar ini wisatawan dapat menemukan aneka jajanan pasar, gudeg, wedang tradisional, serta berbagai camilan khas Yogyakarta. Lokasinya yang dekat dengan kawasan wiata Taman Sari membuat pengalaman snackpacking semakin lengkap karena dapat dipadukan dengan wisata sejarah.
5. Pasar Hamadi, Jayapura
Di ujung timur Indonesia, Pasar Hamadi menawarkan pengalaman kuliner khas Papua yang sulit ditemukan di daerah lain. Beberapa makanan yang patut dicoba antara lain kue sagu bakar, papeda mini, kue bagea, aneka olahan ikan, dan makanan berbahan sagu.
Selain berburu kuliner, wisatawan juga dapat membeli noken, ukiran Papua, hingga berbagai kerajinan khas sebagai oleh-oleh.
(mc/mg)





