
Tumbuhan Sidaguri (dok. Taman Nasional Gunung Ciremai)
Mounture.com — Tanaman Sidaguri atau Seleguri atau Otok-otok dalam bahasa Sunda dan Jawa atau Sida Rhombifolia dalam bahasa latin merupakan tumbuhan perdu dengan bunga berwarna kuning cerah.
Dikutip dari akun instagram Taman Nasional Gunung Ciremai (@gunung_ciremai), disebutkan bahwa tanaman ini bisa menjadi obat herbal yang memiliki banyak khasiat.
Secara tradisional, akar Sidaguri bisa ditumbuk halus untuk mengobati bisul. Sedangkan pengolahan secara modern, Sidaguri bisa menghasilkan ekstrak bahan obat herbal yang berkhasiat mengobati rematik dan asma.
Sidaguri sendiri merupakan tumbuhan yang memiliki tinggi dua meter ini punya batang bercabang, di mana seluruh tubuhnya ditumbuhi bulu yang rapat dengan warna putih dan hijau. Sidaguri memiliki susunan daun tunggal yang letaknya berseling. Bentuk daunnya bulat telur seperti jantung atau lanset.

Sidaguri (dok. Taman Nasional Gunung Ciremai)
Tepi daunnya bergerigi yang ujungnya runcing atau bertoreh dengan pertulangan menyirip. Sedangkan bagian bawah daun berambut pendek dengan warna abu-abu. Ukuran daunnya satu sampai empat centimeter kali satu centimeter. Perbungaan Sidaguri termasuk tunggal dengan warna kuning cerah. Benang sari tumbuh bersamaan membentuk tabung dari dasar bunga.
Sementara mahkota bunganya berwarna hijau dengan ujung melengkung. Bunga elok ini tumbuh dari ketiak daun. Ia mekar sekitar pukul 12 siang. Namun sayang, ia layu tiga jam kemudian.
Lalu, buah Sidaguri mengandung ruang atau kendaga sebanyak delapan sampai sepuluh buah dengan diameter enam sampai tujuh milimeter (mm) dan sewaktu sudah tua berwarna hitam. Pamungkas, akarnya berwarna putih dan sedikit kotor. Namun akar inilah pusat manfaat Sidaguri. (MC/RIL)