
Mounture.com — Selama 81 tahun perjalanan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus mengikuti perubahan cara masyarakat bepergian. Salah satu transformasi yang paling terlihat adalah sistem tiket KAI, yang berkembang dari pembelian langsung di loket dengan tiket fisik hingga layanan digital melalui aplikasi.
Pada masa awal perkembangan kereta api, pelanggan harus datang langsung ke loket stasiun untuk mendapatkan informasi jadwal, melakukan pembayaran, sekaligus memperoleh tiket perjalanan. Proses tersebut kemudian berkembang seiring kemajuan teknologi dan perubahan kebutuhan pelanggan.
Sistem reservasi yang lebih modern mulai diterapkan untuk memberikan kemudahan dalam proses pembelian tiket. Perkembangan teknologi selanjutnya membawa layanan KAI menuju era digital, sehingga pelanggan tidak lagi harus selalu datang ke stasiun untuk melakukan pemesanan perjalanan.
Dari KAI Access hingga Access by KAI
Transformasi sistem tiket KAI semakin terasa sejak hadirnya KAI Access pada 2014. Aplikasi tersebut kemudian berkembang menjadi Access by KAI, yang menghadirkan berbagai kebutuhan perjalanan dalam satu platform.
Melalui Access by KAI, pelanggan dapat melakukan sejumlah aktivitas perjalanan, mulai dari membeli tiket kereta api, mengecek jadwal perjalanan, memilih tempat duduk, hingga mendapatkan informasi perjalanan.
Aplikasi tersebut juga dilengkapi fitur Trip Planner serta berbagai layanan pendukung lainnya. Dengan demikian, proses perjalanan tidak hanya berfokus pada pembelian tiket, tetapi mulai terintegrasi dalam satu layanan digital.
Perubahan ini menjadi bagian dari upaya KAI menyesuaikan layanan dengan kebiasaan masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan platform digital untuk memenuhi berbagai kebutuhan perjalanan.
VP of Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa perjalanan sistem tiket KAI merupakan bagian dari perubahan pengalaman masyarakat dalam menggunakan kereta api, seiring perkembangan teknologi dan kebiasaan pelanggan yang semakin mengarah pada layanan digital.
BACA JUGA: Pekalongan Art Week 2026, Ketika Budaya Lokal Bertemu Pariwisata dan Kreativitas
Mayoritas transaksi tiket dilakukan melalui Access by KAI
Tingginya pemanfaatan layanan digital tersebut terlihat dari data transaksi pada Semester I 2026. Access by KAI mencatat 17.009.374 transaksi tiket untuk perjalanan kereta api jarak jauh dan lokal.
Jumlah tersebut mencapai 76,34% dari total transaksi tiket yang dilakukan melalui seluruh kanal penjualan KAI.
Sementara itu, dari sisi penjualan, KAI mencatat 24.544.468 tiket kereta api jarak jauh dan lokal terjual sepanjang Semester I 2026. Sebanyak 73,68% di antaranya dilakukan melalui Access by KAI.
Data tersebut menunjukkan besarnya peran aplikasi dalam proses pembelian tiket kereta api. Pelanggan kini memiliki pilihan untuk melakukan pemesanan tanpa harus datang langsung ke loket stasiun.
Puluhan juta pengguna Access by KAI
Pertumbuhan layanan digital KAI juga terlihat dari jumlah pengguna aplikasinya. Hingga 30 Juni 2026, jumlah pengguna terdaftar Access by KAI mencapai 30.449.049 pengguna.
Sementara itu, jumlah unduhan aplikasi tersebut telah mencapai 41.011.320 unduhan.
Digitalisasi KAI tidak hanya diterapkan pada proses pembelian tiket. Teknologi juga mulai digunakan dalam proses keberangkatan melalui Face Recognition Boarding Gate.
Sepanjang Semester I 2026, teknologi tersebut telah digunakan oleh 5.555.034 pelanggan kereta api jarak jauh. Kehadiran teknologi pengenalan wajah ini menjadi bagian dari perubahan proses boarding agar pelanggan dapat mengakses perjalanan dengan lebih praktis.
BACA JUGA: 4 Tempat Wisata di Kebumen yang Menarik untuk Liburan
Evolusi sistem tiket KAI
Perjalanan sistem tiket KAI selama puluhan tahun memperlihatkan perubahan dari layanan konvensional menuju ekosistem perjalanan berbasis digital.
Jika sebelumnya pelanggan harus datang ke loket untuk mendapatkan informasi jadwal, membayar perjalanan, dan memperoleh tiket fisik, kini berbagai kebutuhan tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi.
Transformasi tersebut kemudian berkembang dari layanan loket, sistem reservasi, e-ticket, hingga integrasi berbagai kebutuhan perjalanan dalam Access by KAI.
Menurut Anne, perkembangan sistem tiket tersebut bukan hanya mengenai perubahan dari tiket fisik menjadi digital. Transformasi ini juga menggambarkan bagaimana KAI terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan perubahan kebiasaan pelanggan.
Dengan semakin luasnya pemanfaatan layanan digital, Access by KAI kini menjadi salah satu bagian penting dalam pengalaman perjalanan pelanggan, mulai dari mencari jadwal, membeli tiket, memilih tempat duduk, hingga mendapatkan berbagai informasi perjalanan.
(mc/pd)





