Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026 Digelar di Semarang, Sajikan Budaya, Wisata, dan UMKM Gratis

Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026

Mounture.com — Sebuah pameran budaya yang tak biasa akan hadir di Kota Semarang. Abhirama Ranggawarsita 2026 menghadirkan konsep unik dengan memadukan kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu rangkaian kegiatan.

Acara ini akan berlangsung pada 6–10 Mei 2026 di Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, dan terbuka untuk umum secara gratis.

Dari sisi kebudayaan, pengunjung akan diajak menyusuri perjalanan sejarah Jawa Tengah melalui diorama serta koleksi museum yang menggambarkan jejak masa lampau.

Setiap sudut pameran menjadi sarana edukasi yang memperkenalkan nilai-nilai budaya yang tetap relevan hingga saat ini.

Tak hanya budaya, sektor pariwisata juga turut meramaikan pameran ini. Berbagai informasi destinasi unggulan di Jawa Tengah akan ditampilkan melalui partisipasi langsung pelaku industri wisata.

Pengunjung dapat memperoleh referensi destinasi menarik sekaligus mengenal potensi wisata daerah secara lebih dekat.

BACA JUGA: Isu Penutupan Ruang Udara Tiongkok Bikin Cemas, Ini Fakta Sebenarnya dan Dampaknya ke Pariwisata

Pameran ini juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM dan komunitas kreatif, termasuk difabel kreatif, untuk memamerkan karya dan inovasi mereka.

Kehadiran sektor ekonomi kreatif ini menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Tengah.

Selama lima hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan menarik, seperti pertunjukan seni dan budaya, diskusi publik (FGD), pameran interaktif, serta konsultasi benda pusaka seperti keris.

Layanan konsultasi ini memungkinkan pengunjung mengetahui nilai historis, tangguh, hingga cara perawatan benda pusaka secara langsung dari ahlinya.

Seluruh rangkaian acara dapat diikuti secara gratis. Pameran dibuka dari pagi hingga malam hari, menjadikannya sebagai ruang rekreasi sekaligus edukasi bagi masyarakat luas.

Mengusung tema “Rupa Warna Rasa Nusantara: Pangan dalam Jejak Budaya dari Warisan Leluhur Menuju Pangan Masa Depan”, pameran ini mengangkat kekayaan kuliner sebagai bagian penting dari identitas budaya.

Selain itu, tema ini juga menyoroti potensi pangan sebagai penghubung antara tradisi dan inovasi di masa depan.

(mc/ril)