
Foto: Disporapar Provinsi Jawa Tengah
Mounture.com — Musim mudik 2026 terasa semakin spesial dengan hadirnya Festival Mudik Wonosobo 2026 yang akan berlangsung pada 22–23 Maret 2026 di Lapangan Desa Butuh, kawasan Basecamp Sumbing via Garung.
Event tahunan ini menghadirkan tradisi balon udara khas Wonosobo yang selalu menjadi ikon perayaan Lebaran di dataran tinggi Jawa Tengah.
Digelar bersama Komunitas Balon Wonosobo, festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari tradisi budaya yang terus dilestarikan.
Adapun balon udara tradisional menjadi daya tarik utama setiap musim mudik di Wonosobo. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi simbol kebersamaan masyarakat.
Berbeda dari balon udara komersial, balon khas Wonosobo dibuat dari rangkaian kertas berwarna dengan ukuran besar dan motif unik. Kini, pelepasan balon dilakukan secara tertambat sesuai regulasi keselamatan, sehingga tetap aman dan tertib tanpa menghilangkan kemeriahan.
Setiap pagi saat festival berlangsung, langit Garung akan dihiasi puluhan balon warna-warni dengan latar pemandangan Gunung Sumbing yang megah.
BACA JUGA: Panduan Booking Online Gunung Merbabu 2026: Cara Daftar Akun, Cek Kuota, hingga Pembayaran BRIVA
Festival ini digelar di Lapangan Desa Butuh, yang berada di jalur pendakian Gunung Sumbing via Garung. Lokasinya mudah diakses dan menjadi titik favorit wisatawan saat musim mudik maupun libur Lebaran.
Suasana pagi yang sejuk, panorama pegunungan, serta hamparan balon udara menciptakan pengalaman visual yang sangat menarik, cocok untuk liburan keluarga maupun berburu konten fotografi.
Festival yang diselenggarakan oleh Komunitas Balon Wonosobo ini akan digelar pada 22-23 Maret 2026 di Lapangan Desa Butuh, Garung, Wonosobo.
Pada tahun ini, penyelenggara memberikan doorprize utama berupa 1 ekor kambing serta menggratiskan pendaftaran untuk peserta.
Selain menyaksikan balon udara, pengunjung juga bisa menikmati suasana silaturahmi khas mudik, kuliner lokal, hingga berbagai aktivitas komunitas.
Festival Mudik Wonosobo bukan hanya tentang menerbangkan balon. Ini adalah momen kebersamaan keluarga, ajang temu kangen perantau dengan kampung halaman, sekaligus kebanggaan daerah yang terus dijaga.
Tradisi ini menjadi bukti bahwa mudik bukan hanya perjalanan pulang, tetapi juga perayaan budaya yang menyatukan masyarakat.
Bagi Anda yang berencana mudik ke Wonosobo atau melintas di kawasan Dieng dan sekitarnya, festival ini bisa menjadi agenda wisata yang sayang untuk dilewatkan.
Datang lebih pagi untuk menikmati suasana terbaik dan mengabadikan momen langit penuh warna di kaki Gunung Sumbing.
Karena mudik bukan cuma tentang pulang… tapi juga tentang merayakan bersama.
(mc/ril)






