
Foto: Instagram/@oberoy.captures
Mounture.com — Bekantan atau dalam bahasa latin Nasalis larvatus merupakan salah satu fauna Kalimantan yang kini menjadi hewan langka.
Fauna khas Kalimantan berjenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan ini merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal monyet Nasalis.
Adapun ciri yang membedakan bekantan dengan monyet lainnya antara lain hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Fungsi dari hidung besar pada jenis jantan masih tidak jelas, namun ini mungkin disebabkan oleh seleksi alam.
Sementara monyet betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. Karena hidungnya inilah, bekantan dikenal juga sebagai monyet Belanda.
BACA JUGA:
Penampakan Burung Merak Hijau di Gunung Argopuro
Untuk yang berjenis jantan memiliki ukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75 sentimeter dengan berat mencapai 24 kilogram. Monyet betina berukuran 60 sentimeter dengan berat 12 kilogram.
Spesies ini juga memiliki perut yang besar, sebagai hasil dari kebiasaan mengonsumsi makanannya. Selain buah-buahan dan biji-bijian, Bekantan memakan aneka daun-daunan, yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna. Ini mengakibatkan efek samping yang membuat perut bekantan jadi membuncit.
Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawa dan hutan pantai di pulau Borneo (Kalimantan, Sabah, Serawak dan Brunei). Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10-32 monyet.
Sistem sosial bekantan pada dasarnya adalah One-male group, yaitu satu kelompok terdiri dari satu jantan dewasa, beberapa betina dewasa dan anak-anaknya.
(mc/ril)