Sejarah Hutan Mati di Gunung Papandayan

Mounture.com — Gunung Papandayan yang berada di Garut, Jawa Barat merupakan salah satu gunung yang memiliki jalur pendakian paling ramah untuk pendaki pemula. Gunung dengan ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu memiliki banyak keindahan, salah satunya hutan mati.

Di hutan mati tersebut, pendaki akan menemukan pohon-pohon cantigi yang sudah mati, dan menyisakan batang-batang kering. Kendati demikian, pohon-pohon yang sudah mati tersebut, menjadi daya tarik tersendiri, di mana bisa menjadi spot foto menarik di Gunung Papandayan.

Di balik keindahannya, ada sejarah yang membuat hutan tersebut mati, yang mana hutan mati terjadi akibat letusan dahsyat Gunung Papandayan pada tahun 1772 silam. Letusan Gunung Papandayan itu membuat sekitar 40 desa tertimbun serta ribuan orang terkubur di danau vulkanik gunung itu.

Akibat letusan itu, hutan yang berada di Gunung Papandayan menjadi mati, dan kawasan itupun saat ini menjadi ikonik gunung tersebut. Bahkan, saat berada di kawasan hutan mati, pendaki akan mencium bau belerang yang timbul dari lokasi kawah di sekitarnya.

Meski demikian, hingga kini hutan mati masih menjadi salah satu lokasi foto favorit para pengunjung Gunung Papandayan. (MC/PC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.