
Ilustrasi pendaki – Foto: Mounture.com/Fian
Mounture.com — Kegiatan mendaki gunung memang bukanlah aktivitas yang bisa dilakukan oleh sembarang orang. Sebab, mendaki gunung memerlukan banyak persiapan, pengetahuan hingga pengalaman agar perjalanan menuju ketinggian bisa berjalan dengan lancar serta aman.
Pada beberapa kejadian, kegiatan mendaki gunung bisa berakibat fatal, bahkan sampai menyebabkan kematian. Hal ini sebenarnya bergantung pada kondisi masing-masing individu.
Tidak semua orang cocok melakukan kegiatan ini karena sangat berisiko, terutama karena masalah kesehatan. Berikut ini beberapa penyakit yang sering terjadi atau kambuh saat melakukan kegiatan pendakian.
1. Kram otot
Kram otot kerap terjadi saat melakukan pendakian, dikarenakan jauhnya perjalanan yang membuat otot-otot menjadi kaku hingga tidak adanya pemanasan sebelum melakukan pendakian.
Untuk beberapa kejadian, kram otot bisa ditangani dengan mengoleskan krim nyeri otot, atau bisa juga menggunakan tisu magic dengan cara di oleskan di lokasi kram.
2. Asma
Penyakit pernapasan ini kerapa menghantui para penderitanya terlebih saat melakukan pendakian. Langkah penanganannya ialah dengan tetap tenang, menggunakan inhaler, hingga mengatur ritme pernapasan.
BACA JUGA:
Teknologi Canggih untuk Bantu Aktivitas Bertualang
30 Trekking Organizer di Gunung Rinjani yang Dapat Nilai Bintang 5
3. Terkilir
Medan pendakian yang beragam, seringkali membuat pendaki menjadi lengah saat melangkah yang membuat risiko cedera seperti terkilir kerap terjadi. Langkah penanganannya adalah dengan beristirahat sejenak, meluruskan kaki, menggunakan krim pereda nyeri sembari dipijat.
4. Mimisan
Karena faktor ketinggian, biasanya mimisan ini akan terjadi saat pendakian. Penanganannya dengan cara duduk bersandar, bernapas melalui mulut sembari membersihkan darah, dan jangan mengarahkan kepala ke atas agar darah tidak masuk ke saluran pernapasan.
5. Hipotermia
Ini merupakan salah satu penyakit yang mengancam nyawa jika tidak tertangani dengan baik. Pastikan untuk segera menangani orang yang terindikasi terkena hipotermia dengan cara membungkus dengan blanket, mengganti pakaian basah ke kering, dan bawa ke lokasi yang hangat.
(mc/pc)