0

Pesona Burung Memukau di Gunung Merapi

  • 6 April 2018 18:21

Salah satu satwa burung yang ada di Gunung Merapi (dok. Instagram/@btngunungmerapi)

(Mounture.com) — Keanekaragaman fauna memang banyak ditemui di gunung-gunung di Indonesia, salah satunya di Gunung Merapi, Jawa Tengah. Di gunung yang memiliki ketinggian 2.930 mdpl ini banyak menyimpan pesona burung-burung yang memukau.

Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan seperti dikutip dari laman tngunungmerapi.org, bahwa terdapat 97 jenis burung (2.714 individu, 32 famili) dan 15 jenis mamalia (167 individu, 10 famili).

Dari jenis-jenis tersebut, 17 jenis burung dan 4 jenis mamalia termasuk jenis yang dilindungi menurut PP No 7 Tahun 1999, 6 jenis memiliki nilai konservasi tinggi (IUCN 2011), 9 jenis diawasi dalam perdagangan satwa langka (CITES), 23 jenis endemik Indonesia dan 2 jenis termasuk feral atau bukan sebaran alami Indonesia atau domestik.

Burung Perling Kecil (dok Instagram/@afrizal_nh)

Adapun salah satu fauna di Gunung Merapi yang dapat dijumpai adalah Perling kecil, burung ini memiliki bulu yang berwarna hitam berkilau dan diidentikkan dengan perling kumbang karena kemiripannya. Hanya saja perbedaannya, pada perling kecil kepala bagian atas (mahkota) berwarna hitam tanpa kilau hijau, sedangkan perling kumbang berkilau kehijauan.

Burung ini hidup secara berkoloni, bersarang pada lubang pohon. Di Gunung Merapi, burung ini seringkali dijumpai bersamaan dengan burung Introduce atau jalak tunggirmerah yang berasal dari Sulawesi. pihak TNGM dalam akun Instagram @tngunungmerapi menyebutkan bahwa kemungkinan burung ini lepasan dari masyarakat lokal.

Bahkan dengan beragamnya burung-burung di Gunung Merapi ini pihak Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) pun menggelar event pengamatan burung yakni Merapi Birdwatching Competition (MBWC) yang digelar pada 6-10 April ini.

Meski diingat, melimpahnya keanekaragaman flora dan fauna di hutan dan gunung di Indonesia harus tetap dilestarikan dengan tidak memetik, memburu dan lain sebagainya yang membuat ekosistem rusak dan membuat keanekaragaman itu hilang. Untuk kelestarian fauna, jangan pernah memberikan makan binatang-binatang yang ditemui di sepanjang jalur, biarkan mereka tetap hidup liar. (MC/DC)