Mendaki Gunung Tolangi Balease Penuh dengan Tantangan

Salah satu jalur di Gunung Tolangi Balease (dok. Instagram/@putr.art)

Mounture.com — Gunung Tolangi Balease yang terletak di Desa Bantimurung, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan merupakan salah satu gunung dengan jalur pendakian yang berat dan menantang.

Gunung yang memiliki ketinggian 3.016 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu memang tidak setinggi Gunung Latimojong yang sama-sama berada di Sulawesi Selatan, namun gunung ini memiliki jalur pendakian dengan jalur tanjakan yang panjang dengan medan yang sulit juga sumber air yang minim.

Untuk mendaki ke gunung Tolangi Balease, pendaki pertama-tama harus meminta izin ke Kepala Desa dan juru kunci setempat. Adapun titik awal pendakian gunung ini pun sangat rendah, yaitu di ketinggian 100 mdpl. Maka tak heran gunung ini dibilang cukup menantang dan bakal menguras tenaga dan mental.

Keterbatasan sumber air pun menjadi kendala pendaki dalam melakukan pendakian ke gunung ini, di mana sumber air hanya tersedia di Pos 3 dan Lembah Waru. Waktu tempuh normal yang diperlukan untuk pendakian ke gunung ini sekitar 9-10 hari pulang pergi, sehingga diharapkan para pendaki harus mempersiapkan fisik dan mentalnya sebelum melakukan pendakian ke gunung ini.

Di awal pendakian, pendaki akan menemui medan berupa perkebunan, sawah, dan harus menyeberang 4 sungai. Sesampainya di air terjun Bantimurung di pintu rimba, medan berubah ke hutan lebat yang didominasi punggungan.

Perlu dicatat, selama jalur pendakian, kalian akan menemui duri dan rotan yang bertebaran sepanjang jalur. Selain itu, di gunung ini banyak terdapat pacet, jadi kalian harus lebih berhati-hati ketika mendaki ke gunung ini.

Gunung Tolangi Balease merupakan hamparan pegunungan yang sangat luas dan bentangannya mencakup 6 Kabupaten sampai di perbatasan Sulawesi Tengah yang juga masih termasuk dalam jajaran pegunungan Quarless. Gunung ini memiliki 2 titik ketinggian yaitu Puncak Tolangi 3.016 mdpl dan Puncak Balease 2.984 mdpl.

Meski tidak ada perizinan dan biaya tiket masuk untuk mendaki ke gunung ini, tetapi pendaki harus tetap menjaga kelestarian alamnya dengan membawa kembali turun sampah, dan juga tidak merusak alam sekitar. (MC/PC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.