
Mounture.com — Pendakian di Gunung Slamet melalui jalur Bambangan resmi ditutup sementara mulai 5 April 2026 hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.
Keputusan penutupan pendakian disampaikan oleh Perhutani Alam Wisata melalui surat resmi bernomor 0416/D.2./PAL-ABWWB/2026 tertanggal 4 April 2026.
Surat tersebut ditujukan kepada seluruh calon pendaki yang berencana melakukan pendakian melalui jalur Bambangan yang merupakan salah satu jalur paling populer menuju puncak Gunung Slamet.
Dalam surat pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa kegiatan pendakian di Gunung Slamet jalur Bambangan ditutup sementara waktu mulai 5 April 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan para pendaki seiring adanya peningkatan aktivitas gunung api.
Gunung Slamet sendiri merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang berada di wilayah Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Pemalang di Jawa Tengah.
BACA JUGA: Estimasi Biaya Pendakian Gunung Sumbing via Banaran, Registrasi hingga Porter
Penutupan jalur pendakian ini mengacu pada laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Dalam laporan khusus PVMBG Nomor 630.Lap/GL.03/BGL/2026 tanggal 3 April 2026, disebutkan adanya peningkatan aktivitas Gunung Slamet yang perlu diwaspadai.
Selain itu, kebijakan penutupan juga diperkuat dengan surat dari Ketua LMDH Argo Waluyo Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga mengenai penutupan sementara jalur pendakian Bambangan.
Pihak pengelola mengimbau para pendaki yang sudah memiliki rencana mendaki Gunung Slamet melalui jalur Bambangan untuk menunda aktivitas pendakian hingga kondisi dinyatakan aman kembali.
Informasi mengenai pembukaan kembali jalur pendakian akan diumumkan secara resmi setelah ada evaluasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Pendaki diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dari pengelola maupun dari PVMBG terkait perkembangan aktivitas Gunung Slamet.
BACA JUGA: Tas Gunung Gregory Kini Tersedia di Indonesia, Eiger Jadi Distributor Resmi
Tak hanya jalur Bambangan, pihak pengelola basecamp yang tergabung dalam Lingkar Gunung Slamet juga melakukan penutupan yang berlaku mulai 5 April 2026.
“Mengingat dan mempertimbangkan terkait kenaikan aktivitas vulkanik dan meningkatnya suhu permukaan kawah Gunung Slamet. Kegiatan Pendakian Jalur Lingkar Gunung Slamet ditutup per tanggal 5 April 2026 sampai aktivitas vulkanik kembali stabil,” tulis akun instagram @official_lingkargunungslamet.
(mc/ril)





