Gunung Sibayak Ditutup 15 Oktober–15 November 2026, Ini Alasannya

Gunung Sibayak (dok. instagram/@ibnuiksan)

Mounture.com — Aktivitas pendakian Gunung Sibayak di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, ditutup sementara mulai 15 Oktober hingga 15 November 2026. Penutupan ini dilakukan untuk mendukung pemulihan ekosistem serta penataan dan peningkatan kualitas jalur pendakian.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran UPTD Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan Nomor 100.3.4/1/UPTD TAHURA BB/X/2026 tentang Penutupan Sementara Jalur Pendakian di Gunung Sibayak di kawasan Tahura Bukit Barisan.

Dalam surat edaran tersebut, kegiatan pendakian Gunung Sibayak dinyatakan ditutup untuk umum selama periode 15 Oktober sampai 15 November 2026.

Penutupan sementara ini ditujukan untuk memberikan kesempatan bagi pelaksanaan kegiatan pemulihan ekosistem, penataan jalur, serta peningkatan aksesibilitas jalur pendakian.

Pihak pengelola menyebut penutupan sementara diperlukan untuk mendukung upaya pemulihan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas jalur pendakian Gunung Sibayak.

Selain pemulihan ekosistem, kegiatan yang menjadi pertimbangan penutupan mencakup penataan dan peningkatan aksesibilitas jalur. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelestarian kawasan sekaligus meningkatkan kesiapan jalur bagi pengunjung.

Gunung Sibayak sendiri merupakan salah satu destinasi pendakian populer di Sumatra Utara, khususnya bagi masyarakat yang ingin menikmati panorama pegunungan di kawasan Tanah Karo.

Dengan adanya penutupan ini, calon pendaki dan wisatawan perlu menyesuaikan rencana perjalanan serta tidak memaksakan diri untuk melakukan pendakian selama masa pembatasan berlaku.

BACA JUGA: Mau Hiking di Bogor? Ini 5 Jalur yang Bisa Masuk Daftar Liburanmu

Berdasarkan surat edaran UPTD Tahura Bukit Barisan, penutupan sementara dijadwalkan berlangsung hingga 15 November 2026.

Namun, tanggal tersebut tidak serta-merta menjadi jaminan bahwa jalur pendakian langsung dibuka kembali pada hari berikutnya. Pengelola menyatakan bahwa pembukaan kembali akan diinformasikan melalui pemberitahuan resmi setelah mempertimbangkan hasil kegiatan pemulihan ekosistem dan kesiapan aksesibilitas jalur pendakian.

Karena itu, calon pendaki disarankan untuk memantau informasi terbaru dari UPTD Tahura Bukit Barisan sebelum merencanakan perjalanan ke Gunung Sibayak.

Selama masa penutupan, calon pendaki, masyarakat, wisatawan, dan pihak terkait diharapkan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan pengelola.

Penutupan sementara ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian kawasan sekaligus memberikan ruang bagi pelaksanaan perbaikan jalur pendakian.

Bagi pendaki yang telah merencanakan perjalanan pada periode tersebut, sebaiknya menunda kunjungan hingga ada pemberitahuan resmi mengenai pembukaan kembali jalur.

Dengan mematuhi kebijakan pengelola, pendaki turut mendukung pemulihan ekosistem Gunung Sibayak agar kawasan alam tersebut tetap terjaga dan dapat dinikmati secara berkelanjutan.

(mc/pd)